Breaking News:

Berita Pidie

IDI Pidie Lakukan Edukasi Masalah Otak untuk Ratusan Remaja

Pada rangkaian HUT ke 72 ini, IDI membahas tentang perkembangan otak terlebih bagi kalangan remaja dari beberapa sekolah di Pidie.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
PJ Bupati Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto MSi (tengah) memberikan plakat kepada Prof Dr dr Eka Julianta Wahjoepramono SpBS PhD (dua kiri) yang merupakan spesialis bedah saraf di Siloam Hospitals Lippo Karawaci, Tanggerang, Banten, Jawa Barat yang turut didampingi ketua IDI Pidie, dr Arika Husnayanti Aboebakar SpOg (K) (Tiga kanan) pada HUT IDI ke 72 di pendopo kabupaten setempat, Minggu (2/10/2022). 

Laporan Idris Ismail | Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Menyambut HUT ke 72 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pidie memberikan edukasi tentang masalah otak kepada ratusan siswa atau remaja dari beberapa sekolah di Pidie.

Dalam kegiatan ini, pihak IDI secara khusus mengundang Prof Dr dr Eka Julianta Wahjoepramono SpBS PhD yang merupakan spesialis bedah saraf di Siloam Hospitals Lippo Karawaci, Tanggerang, Banten, Jawa Barat, Minggu (2/10/2022) di Pendopo Bupati Pidie.

Dalam edukasi masalah otak bagi para siswa itu selain Dihadiri oleh Pj Bupati Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto, anggota DPRK, T Saifullah TS SE serta para rombongan dokter dari Jakarta.

Ketua IDI Kabupaten Pidie, dr Arika Husnayanti Aboebakar SpOg (K) kepada Serambinews.com, Minggu (2/10/2022) mengatakan, rangkaian  HUT ke 72 IDI tahun ini membahas tentang perkembangan otak terlebih bagi para kelangan remaja dari beberapa sekolah serta gerakan kesehatan masyarakat (Germas).

“Agenda utama pihak penitia penyelenggaraan HUT IDI ke 72 ini mengundang secara khusus 

Prof Dr dr Eka J Wahjoepramono SpBS (K) PhD bersama tim bedah saraf atau otak dari Jakarta untuk mengulas pembahasan kerja otak yang menjadi kontribusi dalam memberikan kecerdasan dalam memajukan peradaban bangsa lewat generasi muda,"jelasnya.

Menurut Arika, kepintaran sesorang jika otak sering ditempah dengan belajar dalam berbagai disiplin ilmu secara disiplin. Maka otak perlu diasah secara bersama dengan berbagai grop diskusi. Jadi, dengan hadirnya guru besar dengan spesialisasi bidang bedah saraf atau neurosurgeon yang juga tercatat dokter pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berhasil membedah batang otak pasien tersebut dapat memberikan edukasi secara langsung.

“Jadi edukasi masalah otak ini menjadi catatan tersendiri dalam memberikan motivasi semangat para siswa,"jelasnya.

Sebelumnya Pj Bupati Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto MSi kepada Serambinews.com, Minggu (2/10/2022) mengatakan, Edukasi masalah otak bagi generasi muda ini dapat memberikan motivasi besar dalam perubahan karakter bagi setiap manusia.

'Terutama  dalam menunjang karakter yang mengutamakan persaudaraan pasca sebelumnya masyarakat di Pidie yang didera konflik berkepanjangan,"ujarnya.

Menurut Wahyudi Adisiswanto persaudaraan terbungkam sejak era konflik dulu, maka  dengan pencerahan ilmu tentangketja otak nantinya dapat melahirkan energi persaudaraan serta kebersamaan  yang jauh baik.  

“Sebab,  kerja otak ini menjadi kontribusi dalam memberikan kecerdasan dalam memajukan peradaban bangsa," ungkapnya.(*)

Baca juga: KPK Minta Bantuan IDI untuk Pastikan Kondisi Kesehatan Gubernur Papua yang Dikabarkan Sakit

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved