Breaking News:

Internasional

Sekjen PBB Kutuk Junta Militer, Kudeta di Burkina Faso, Minta Tidak Gunakan Kekerasan

Sekjen PBB Antonio Guterres mengutuk junta militer yang merebut kekuasaan melakukan kudeta militer di Burkina Faso.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Sekjen PBB, Antonio Guterres 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Sekjen PBB Antonio Guterres mengutuk junta militer yang merebut kekuasaan melakukan kudeta militer di Burkina Faso.

Dia meminta semua pihak untuk menahan diri dari menggunakan kekerasan di negara Afrika Barat yang bergolak itu.

“Sekretaris Jenderal sangat prihatin dengan perkembangan yang terjadi di Burkina Faso," kata juru bicara Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan, Minggu (2/10/2022).

Dikatakan, Gutteres mengutuk keras setiap upaya untuk merebut kekuasaan dengan kekuatan senjata dan menyerukan semua aktor untuk menahan diri dari kekerasan dan mencari dialog,

Situasi di ibukota Ouagadougou tegang pada Sabtu (1/10/2022) dengan suara tembakan.

Termasuk penempatan tentara di jalan-jalan, meningkatkan kekhawatiran bentrokan antara pendukung Damiba dan orang kuat baru negara itu.

Baca juga: Warga Burkina Faso Dikejutkan Letusan Senjata, Dikhawatirkan Pemberontak Mulai Beraksi

Junta militer baru dengan cepat memberlakukan jam malam.

Para perwira militer yang telah merebut kekuasaan di Burkina Faso mengatakan pemimpin junta yang digulingkan Paul-Henri Sandaogo Damiba sedang merencanakan serangan balasan dari pangkalan Prancis.

Damiba diyakini telah berlindung di pangkalan Prancis di Kamboinsin untuk merencanakan serangan balasan untuk menimbulkan masalah di pasukan pertahanan dan keamanan, kata mereka.

Mereka membuat pernyataan yang dibacakan di televisi nasional dan ditandatangani oleh Kapten Ibrahim Traore, orang kuat baru di negara itu.

Prancis, bekas kekuatan kolonial di Burkina Faso, membantah terlibat.

Satu jam sebelum komentar televisi oleh tokoh-tokoh militer, yang menggulingkan Damiba, Kedutaan Besar Prancis mengeluarkan pernyataan.

Prancis dengan tegas menyangkal keterlibatan dalam peristiwa beberapa jam terakhir.

Baca juga: Bom Hantam Konvoi Kendaraan di Burkina Faso, 35 Orang Tewas

Kedutaan juga membantah rumor otoritas Burkinabe telah ditampung atau berada di bawah perlindungan militer Prancis.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved