Breaking News:

Video

VIDEO Polisi Sengaja Tembakkan Gas Air Mata ke Arah Tribun Penonton Untuk Meredam Situasi

Inilah yang kemudian membuat petugas menembakkan gas air mata ke tengah tribun penonton.

Editor: Thesi Suryadi

SERAMBINEWS.COM - Insiden kerusuhan saat laga Arema vs Persebaya menyebabkan dua polisi dan 127 supporter meninggal dunia.

Belakangan diketahui, tewasnya dua polisi dan 127 supporter itu karena ditembaki gas air mata.

Dari laporan yang diterima di lapangan, polisi sengaja menembakkan gas air mata ke aras tribun penonton untuk meredam situasi.

Kala itu, sejumlah supporter berusaha masuk ke tengah lapangan Stadion Kanjuruhan, setelah Arema ditekuk Persebaya dengan skor 2-3.

Tak lama berselang, tiba-tiba supporter berusaha merangseng masuk ke tengah stadion.

Inilah yang kemudian membuat petugas menembakkan gas air mata ke tengah tribun penonton.

Baca juga: VIDEO Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Jadi Tragedi Terbesar Kedua dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

Baca juga: VIDEO Detik-detik Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Tribun Penonton di Stadion Kanjuruhan

Baca juga: VIDEO Iring-iringan Mobil Ambulans Antar Korban Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

Tak ingin kejadian kericuhan menjadi runyam, petugas pengamanan kemudian melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke lapangan.

Salah satunya dengan menembakkan gas air mata.

Hal itu, kata Purwanto, yang menyebabkan para suporter berusaha keluar stadion untuk menyelamatkan diri.

Penumpukan suporter kemudian memicu berdesakan hingga membuat tragedi maut itu terjadi.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta Karokaro mengatakan, alasan supporter yang ada di tribun penonton ditembaki gas air mata karena sempat ada yang ingin turun ke lapangan.

Nico menambahkan, imbauan petugas tidak diindahkan oleh kelompok suporter.

Hingga akhirnya suporter tumpah ruah ke dalam lapangan mengejar pemain Arema FC yang hendak berjalan menuju ruang ganti.

Menurut Nico Afinta, suporter begitu kecewa dengan penampilan Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Irjen Nico Afinta menyesalkan peristiwa maut ini terjadi dalam sepak bola Indonesia.

Dia berharap tragedi Arema vs Persebaya tidak lagi terjadi. (*)

Sumber: Tribun-Medan.com
Video Editor: @thesisuryadi
Narator: @suhiyazahrati

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved