Breaking News:

Internasional

Perdana Menteri Yaman Kutuk Milisi Houthi, Terus Sabotase Upaya Perdamaian

Perdana Menteri Yaman Maeen Abdul Malik Saeed, Selasa (4/10/2022) mengutuk Houthi, karena menolak memperbarui gencatan senjata.

Editor: M Nur Pakar
Al-Arabiya.net
Perdana Menteri Yaman, Maeen Abdul Malik Saeed 

SERAMBINEWS.COM, AL-MUKALLA - Perdana Menteri Yaman Maeen Abdul Malik Saeed, Selasa (4/10/2022) mengutuk Houthi, karena menolak memperbarui gencatan senjata.

Dia mendesak masyarakat internasional untuk meninggalkan kebijakan lunaknya terhadap Houthi.

Kemudian, harus mengambil tindakan agresif untuk menghukum mereka karena menyabotase upaya perdamaian di Yaman.

“Kebijakan peredaan dari komunitas internasional tidak meningkatkan kemungkinan perdamaian dan malah mendorong Houthi untuk menjadi lebih keras kepala,” katanya.

Dia menambahkan Houthi menafsirkan konsesi dan meminta mereka sebagai tanda kelemahan.

“Setiap kali ada kesempatan untuk perdamaian muncul, milisi Houthi, yang didukung oleh rezim Iran, memilih untuk menyia-nyiakannya dengan memilih untuk berperang,” kata Saeed.

Baca juga: Tim Penjinak Bom Arab Saudi Kembali Bongkar 947 Ranjau Darat di Yaman Dalam Sepekan

Organisasi bantuan internasional yang bekerja di Yaman juga mengungkapkan kekecewaan pada pertempuran baru dan dampaknya terhadap warga sipil dan upaya kemanusiaan di negara itu.

“Kami sangat kecewa karena gencatan senjata di Yaman belum dipulihkan,” kata Dewan Pengungsi Norwegia di Twitter.

Fabrizio Carboni, direktur Komite Internasional Palang Merah Dekat dan Timur Tengah, juga menyerukan diakhirinya pertempuran.

Dia mengatakan gencatan senjata telah memungkinkan warga Yaman untuk hidup dalam damai.

“Kami menyesal, kesepakatan tidak tercapai untuk memperpanjang gencatan senjata nasional di Yaman," ujarnya.

"Selama 6 bulan terakhir, gencatan senjata telah memberi jutaan orang kelonggaran dari pertempuran," katanya.(*)

Baca juga: Dewan HAM PBB Tuduh Houthi Bunuh dan Lukai 14.000 Anak-Anak Yaman

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved