Breaking News:

Internasional

Houthi Ancam Hancurkan Setiap Kapal Tanker Minyak, Pemerintah Yaman Keluarkan Kecaman Keras

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengeluarkan kecaman keras kepada milisi Houthi.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Kapal tanker minyak yang terbengkalai di perairan Aden, Yaman. 

Houthi mengancam akan menargetkan kapal jika permintaan itu diabaikan.

Pada Minggu (2/10/2022), beberapa jam sebelum gencatan senjata yang ditengahi PBB berakhir, Menteri Transportasi Houthi Abdul-Wahab Yahya Al-Durra mengirim sebuah surat.

Dia meminta perusahaan untuk menghentikan pengiriman minyak negara dan sumber daya alam lainnya pada pukul 6 sore, menuduh mereka menjarah sumber daya Yaman.

“Setiap aktivitas navigasi yang melanggar prosedur standar akan diperlakukan sebagai tindakan ilegal yang membahayakan kepentingan nasional," ujarnya.

"Kami meminta Anda bertanggung jawab penuh atas pelanggaran itu,” kata menteri Houthi dalam suratnya, yang juga dilihat oleh Arab News.

Baca juga: Milisi Houthi Jadikan Perempuan Sebagai Target, Seribuan Wanita Diculik dan Dijebloskan ke Penjara

Kelompok milisi Houthi telah menolak untuk memperbarui gencatan senjata PBB dan telah melanjutkan operasi militer yang agresif di Marib, Taiz, dan Dhale.

Houthi mengancam akan menargetkan kapal-kapal minyak yang berlabuh di daerah-daerah yang dikuasai pemerintah dalam upaya merampas sumber daya keuangan pemerintah.

Kecuali, pemerintah Yaman bersedia membayar semua pegawai negeri di daerah-daerah di bawah kendali kelompok itu, membuka kembali bandara Sanaa.

Bahkan, akan mencabut pembatasan pergerakan kapal bahan bakar melalui Pelabuhan Hodeidah.

Penolakan Houthi untuk membuka jalan di Taiz juga telah menghambat upaya untuk mempertahankan gencatan senjata.

Pemerintah Yaman telah mengatakan Houthi harus membayar pegawai di daerah mereka dengan jutaan dolar yang diperoleh dari kapal bahan bakar yang melewati pelabuhan Hodeidah selama gencatan senjata.

Baca juga: Anggota QUAD Kutuk Milisi Houthi, Langgar Gencatan Senjata dan Perjanjian Hodeidah

Menteri Perminyakan Yaman Saeed Al-Shumasi baru-baru ini kepada Al-Ghad Mushreq TV mengatakan telah mengekspor 2 juta barel minyak setiap dua bulan.

Minyak dari ladang minyak di provinsi tenggara Hadramout, ditambah 600.000 barel dari provinsi selatan Shabwa.

Terminal minyak Dhaba di provinsi Hadramout menangani sebagian besar ekspor minyak negara itu ke pasar internasional.(*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved