Breaking News:

Berita Sepakbola

Jokowi Beri Waktu Sebulan Ungkap Tragedi Kanjuruhan, Polri akan Tetapkan Tersangka

Jokowi memberi waktu sebulan kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengungkap tuntas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan

Editor: bakri
Intagram @mohmahfudmd
Mahfud MD 

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi waktu sebulan kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengungkap tuntas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menewaskan 125 orang.

Perintah itu disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat di Istana Negara, Selasa (4/10/2022).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengungkap isi perintah Jokowi itu.

"Pertama, tim pencari fakta diminta segera bekerja.

Kalau bisa tidak sampai satu bulan sudah bisa menyimpulkan," kata Mahfud di Istana Kepresidenan Jakarta.

Mahfud mengaku menyanggupi perintah Jokowi itu.

Menurutnya, TGIPF hanya perlu menitikberatkan pengusutan pada masalah detail.

Sebagai dasar TGIPF bekerja, Mahfud melanjutkan, Presiden Jokowi juga sudah mengeluarkan Surat Keputusan Presiden (Keppres).

Baca juga: Hukuman Tanpa Penonton dan Denda Rp 250 Juta Terkait Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Baca juga: Update Jumlah Korban Meninggal Menjadi 131 Orang, Tragedi Seusai Laga Arema vs Persebaya

Keppres tersebut akan menjadi naungan bagi tim dari berbagai institusi yang bekerja menginvestigasi kejadian di Stadion Kanjuruhan.

"Misalnya Menpora punya tim, PSSI punya tim, Irwasum punya tim, itu bagus untuk menyelidiki itu agar terang, lalu nanti dikoordinasikan dengan kami di sini, di Kemenko Polhukam.

Jadi ini yang dibentuk oleh Presiden," imbuhnya.

Mahfud menyebut tim yang dipimpinnya akan berupaya memenuhi target yang diberikan Presiden.

Untuk itu tim akan segera terjun ke lapangan menginvestigasi dan mengungkapkan berbagai hal, mulai dari siapa yang memberi komando, hingga pertanyaan mengenai jadwal pertandingan yang tetap dilakukan di malam hari.

"Presiden minta jangan sampai sebulan, ya nanti kita olah.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved