Breaking News:

Berita Bireuen

Banyak Tanah Wakaf di Aceh  belum Terkelola  Secara Produktif

Perkembangan wakaf di Aceh dapat dikatakan tidak mengalami peningkatan secara signifikan, bila dibanding dengan perkembangan pengumpulan zakat.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas
Bappeda Aceh diwakili Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi, dan Sumber Daya Alam, Reza Ferdian, SSTP MSi bersama jajaran Kankemenag Bireuen membahas upaya produktivitas tanah wakaf bertempat di aula Kankemenag Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Berdasarkan data  yang tercatat di Sistem Informasi Wakaf (Siwak) sangat besar potensi tanah wakaf apabila dikelola dengan baik. Namun, sebagian besar peruntukan tanah wakaf saat ini masih terbatas untuk tujuan sarana ibadah, lembaga sosial keagamaan, sekolah, dan pemakaman. Hanya sedikit saja tanah wakaf yang dimanfaatkan untuk kegiatan bersifat produktif.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Aceh, H T Ahmad Dadek, SH MH diwakili oleh Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi, dan Sumber Daya Alam, Reza Ferdian, SSTP MSi dalam pertemuan Workshop Penguatan Literasi dan Sosialisasi Wakaf Produktif Aceh berlangsung di aula Kankemenag Bireuen, Kamis (06/10/2022).

Dalam pertemuan yang dilaksanakan Bappeda Aceh tersebut dihadiri  peserta dari berbagai
kalangan membahas penguatan literasi dan sosialisasi wakaf produktif Aceh.  Dijelaskan, perkembangan wakaf di Aceh dapat dikatakan tidak mengalami peningkatan secara signifikan, bila dibanding dengan perkembangan pengumpulan zakat.

Jika melihat jumlah data yang tercatat di Sistem Informasi Wakaf (Siwak) dapat dibayangkan betapa besar potensi tanah wakaf. Namun demikian, tidak dapat  dinafikan juga beberapa usaha yang telah dilakukan masyarakat Aceh dalam pengembangan wakaf seperti, wakaf kurma digagas Yayasan Wakaf Baitul Mal Barbate Aceh, program peternakan sapi dan sereh wangi di Aceh Jaya.

Ada juga wakaf dikelola oleh nazhir dari badan kemakmuran masjid (BKM) seperti lahan wakaf di objek wisata Lampuuk Aceh Besar dan wakaf sawah di Lampanah yang sebagian lahan wakaf di ruislag (tukar guling-red) dengan proyek pengadaan jalan tol Sibanceh di Indrapuri Aceh Besar.

Melihat potensi yang ada Pemerintah Aceh melalui Bappeda Aceh bermaksud ingin menginisiasi pengembangan wakaf produktif di Aceh dengan bekerjasama dengan para stakeholder terkait. Terutama Kementerian Agama Provinsi Aceh yang telah memiliki sistem pencatatan aset wakaf dengan sistem Siwak.

Selain itu, bekerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) secara regulasi diberi kewenangan dalam pembinaan wakaf di Indonesia, tentunya dengan Baitul Mal Aceh dan Baitul Mal kabupaten/kota. Bappeda Aceh sejauh ini telah memfasilitasi penyusunan buku Perencanaan ekonomi berbasis wakaf pada tahun 2022.

KTU Kantor Kementerian Agama Bireuen, Iskandar SHi mengharapkan peserta proaktif dalam kegiatan  dan mudah - mudahan hasil dari kegiatan digelar nantinya dapat membawa arah kemajuan komprehensif terhadap perwakafan di Indonesia terutama di Aceh.

"Kami menginginkan kalau bisa nanti setelah ini, setiap kecamatan yang ada melalui KUA dapat memproduktifkan tanah wakaf, minimal satu kecamatan ada satu desa percontohan lengkap,” ujarnya.(*)

Baca juga: Seorang Penderita Katarak Dibantu Kursi Roda

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved