Breaking News:

Berita Aceh Tengah

84 Imam Masjid dan Meunasah di Aceh Tengah Ikut Pembekalan

Sebanyak 84 peserta yang terdiri dari para Imam Masjid Meunasah di Aceh Tengah, diberi pembekalan terkait peningkatan kapasitas

Editor: bakri
Dok Humas
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Tengah Drs H Mursyid MSi 

TAKENGON - Sebanyak 84 peserta yang terdiri dari para Imam Masjid Meunasah di Aceh Tengah, diberi pembekalan terkait peningkatan kapasitas dalam pelaksanaan syariat Islam.

Kegiatan itu berlangsung di Hotel Penemas Takengon, 6-13 Oktober 2022.

Melalui pelatihan tersebut diharapkan para imam terus berupaya menambah wawasan dan pengetahuan tentang keimanan, ketauhidan, shalat, tashinul qiraah, tatacara bermuamalah, maupun pengetahuan lainnya sehingga mampu menjawab persoalan-persoalan yang meresahkan masyarakat yang mungkin terjadi di tempat kita berdomisili.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Tengah, Drs Mustafa Kamal MA, selaku ketua pelaksana menyampaikan kegiatan itu dibagi menjadi dua gelombang.

Gelombang pertama, 6-10 Oktober, dan gelombang kedua, 10- 13 Oktober 2022.

“Acara ini nantinya akan menghadirkan sejumlah narasumber dari kabupaten dan provinsi,” jelasnya.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, diwakili Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Tengah Drs H Mursyid MSi, menyampaikan, kegiatan ini diadakan guna membuka cakrawala berfikir dalam rangka mendukung upaya memakmurkan masjid.

Dalam kesempatan itu Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Tengah mengatakan, Imam Masjid merupakan salah satu komponen yang bertanggung jawab dalam konteks pemakmuran Masjid sekaligus membina umat dalam peningkatan ibadah.

Baca juga: Putra Aceh Utara ini Jadi Imam Masjid di New York, Yuk Kenali Sosok Teungku Munawir

Baca juga: Tinggal 7 Hari Lagi! Segera Daftar Seleksi Calon Imam Masjid untuk Uni Emirat Arab, Cek Syaratnya

Tidak hanya sebagai orang yang di depan saja dalam pelaksanaan shalat fardhu tetapi juga sebagai pemimpin umat dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan.

“Meningkatkan kapasitas imam masjid dan imam menasah menjadi suatu upaya pemberian pengetahuan, keterampilan maupun informasi yang bermanfaat untuk menjalankan tugas dan fungsi dalam membimbing masyarakat sesuai dengan nilai-nilai keislaman,” ungkapnya.

Selain itu, pembekalan itu menjadi suatu pilihan yang urgen karena dilandasi perbedaan kondisi, jika dahulu masyarakat relatif lebih patuh, situasi kini berbeda, bisa jadi hal ini karena pengaruh globalisasi yang merongrong generasi muda dan masyarakat untuk menjauhi nilainilai keislaman.

“Karena itu, diperlukan upaya pemberian pemahaman dan pengetahuan kepada para imam masjid dan menasah untuk membantu kegiatan keagamaan, sekaligus penyelesaian masalah agama yang dihadapi masyarakat,” jelas Mursyid. (rd)

Baca juga: Kisah Teungku Munawir, Putra Aceh Jadi Imam Masjid di New York

Baca juga: Tiga Putra Aceh Lulus Tes Calon Imam Masjid untuk UEA

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved