Breaking News:

Diperiksa Kejagung sebagai Saksi Dugaan Korupsi Impor Garam, Susi Pudjiastuti: Kok Heboh Banget sih?

Padahal, menurutnya, pemeriksaan yang dijalaninya di Gedung Bundar Kejaksaan Agung adalah sebuah hal yang wajar dalam proses hukum.

Editor: Faisal Zamzami
Kolase Serambinews
Menteri Susi Pudjiastuti 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengaku heran karena pemeriksaan dirinya sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi impor garam industri, menimbulkan kehebohan.

Padahal, menurutnya, pemeriksaan yang dijalaninya di Gedung Bundar  Kejaksaan Agung adalah sebuah hal yang wajar dalam proses hukum.

“Sebetulnya, namanya saya sebagai bekas pejabat ada kasus seperti ini dipanggil, ya hal yang biasa, tapi kawan-kawan rasanya kok heboh banget sih,” ujar Susi di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jumat (7/10/2022).

Susi lebih lanjut menuturkan, ia menghadiri pemeriksaan sebagai saksi di Kejaksaan Agung karena mengikuti aturan hukum yang berlaku.

 
“Sebagai warga negara yang baik, patuh dan mengikuti hukum aturan yang ada di negeri kita, pada saat kita dibutuhkan menjadi saksi, ya harus datang, itu satu,” katanya.

“Yang kedua, sebagai seseorang yang mengerti bagaimana itu garam yang diproduksi oleh para petani dan mengerti sedikit tentang tata niaga regulasi, ya saya ingin berpartisipasi dalam ikut serta menjernihkan atau memberikan pendapat dan pandangan dan juga apa yang saya ketahui sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.”

Baca juga: Susi Pudjiastuti Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Impor Garam, Berapa Kerugian Negara?

Tapi tentu, lanjut Susi, persoalan di Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah tentang perlindungan para petani garam yang memang diamanatkan dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2016.

Yang bunyinya, kata dia, negara wajib memberikan perlindungan kepada para petani garam.

“Melindungi petani garam dengan apa? Ya dengan harga yang sangat baik, para petani berproduksi lebih baik, lebih banyak, dengan harga yang tentu terjamin di atas harga produksinya dan itu adalah kepentingan saya, kepentingan negara dan kepentingan bangsa ini,” tegas Susi.

 
Karena itu, Susi dengan tegas menyampaikan jika ada orang-orang yang ingin memanfaatkan tata regulasi niaga dan membuat rugi petani, harus dihukum setimpal.

“Saya ingin kalau ada orang yang memanfaatkan tata regulasi niaga dalam hal perdagangan yang bisa merugikan para petani yang tentunya itu harus mendapatkan atensi dan tentunya hukuman yang setimpal,” ucap Susi.

“Karena merugikan petani, berarti kita mengambil hak-hak para petani sebagai warga negara Indonesia yang berusaha, wajib mendapatkan kesejahteraannya, kalau harga petani jatuh karena impor berlebihan kan juga kasihan petani.”

Baca juga: Diperiksa Kejaksaan Agung Terkait Kasus Impor Garam, Susi Pudjiastuti Buka Suara

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Agung memang melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti.

Ia diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi alat bukti perkara dugaan korupsi impor garam industri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved