Breaking News:

Berita Aceh Timur

Terkait Siltap Keuchik Tahun 2022, Pemkab Aceh Timur Sebut Hanya Alokasikan 10 % karena Efek Pandemi

Hanya saja dari tahun ke tahun sejak 2020 sampai tahun 2022 dana DTU atau dana perimbangan yang diterima Pemkab Aceh Timur, terus turun akibat Pandemi

Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Timur, Drs Irfan Kamal MSi. 

Hanya saja dari tahun ke tahun sejak 2020 sampai tahun 2022 dana DTU atau dana perimbangan yang diterima Pemkab Aceh Timur, terus turun akibat Pandemi Covid-19.

Laporan Seni Hendri Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM , IDI – Terkait dengan tuntutan keuchik dan perangkat desa di Aceh Timur, agar membayar gaji penuh 12 bulan tahun 2022, sebenarnya Pemkab Aceh Timur sudah menyalurkan kewajiban.

Kewajiban tersebut yaitu mengalokasikan 10 persen dana dari Dana Transfer Umum (DTU) atau dana perimbangan yang diterima Pemkab Aceh Timur dari Pemerintah Pusat, untuk pembayaran penghasilan tetap (Siltap) keuchik dan perangkat desa lainnya.

Hanya saja dari tahun ke tahun sejak 2020 sampai tahun 2022 dana DTU atau dana perimbangan yang diterima Pemkab Aceh Timur, terus turun akibat Pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPKD Aceh Timur, Irfan Kamal menanggapi harapan keuchik dan perangkat desa di Aceh Timur, agar Siltap mereka tahun 2022 dibayar penuh 12 bulan beberapa waktu lalu.

Sesuai Pasal 72 ayat 4 UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, kata Irfan, Pemkab Aceh Timur, sudah mengalokasikan 10 persen dari total dana perimbangan yang diterima Aceh Timur.

Setelah dikurangi DAK dan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) yang dipergunakan untuk pembayaran Siltap.

Baca juga: Apdesi Aceh Timur Laporkan Kekurangan Penghasilan Tetap (Siltap) ke Kemendagri

Sesuai formulasinya, jelas Irfan, setelah dana perimbangan yang diterima Pemkab Aceh Timur, dikurangi DAK, dan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) baru hasilnya dikali 10 persen.

Sehingga total anggaran untuk pembayaran Siltap keuchik dan perangkat desa di Aceh Timur tahun 2022 Rp 80.324.821.600.

"Jadi Rp 80.3 miliar inilah yang dibagikan ke 513 desa di 24 kecamatan di Aceh Timur, sebagai sumber pembayaran Siltap/ gaji keuchik dan perangkat desa di Aceh Timur," ungkap Irfan.

Selain itu, besaran gaji yang dibayarkan Pemkab Aceh Timur juga sudah sesuai dengan Pasal 81 ayat 2 huruf B, Peraturan Pemerintah RI Nomor 11 Tahun 2019, tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yaitu besaran penghasilan tetap (Siltap), kepala desa/keuchik yang dibayarkan yaitu Rp2.426.640.00, sekretaris desa Rp2.224.420.00, selanjutnya Kaur, Kasi, Kadus Rp2.022.200.00 per bulan.

"Jadi dalam hal ini, Pemkab sudah menyalurkan dana untuk pembayaran Siltap sesuai peraturan UU, dan besaran gaji yang dibayarkan juga sudah sesuai dengan peraturan pemerintah, tidak ada yang dilanggar," ungkap Irfan.

Hanya saja, dari dana Rp 80.3 miliar itu, tidak cukup membayar penuh 12 bulan gaji perangkat desa khususnya bagi desa yang luas, yang memiliki perangkat desa 8-11 orang. 

Baca juga: Kabar Gembira, Siltap Imam dan Operator Kampung di Bener Meriah Bertambah, Ini Jumlahnya

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved