Breaking News:

Berita Luar Negeri

Putin Murka Setelah Jembatan Krimea Diledakkan, Kota-kota Ukraina Dihujani Rudal, Ribuan Warga Panik

Aksi balas dendam Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai respon keras atas ledakan jembatan Krimea

Editor: Muhammad Hadi
AFP
Asap hitam mengepul dari kebakaran di jembatan Kerch yang menghubungkan Krimea ke Rusia, setelah sebuah truk meledak, dekat Kerch, pada 8 Oktober 2022. Moskow mengumumkan pada 8 Oktober 2022 bahwa sebuah truk meledak memicu kebakaran besar dan merusak kunci Kerch jembatan dibangun sebagai satu-satunya penghubung darat Rusia dengan Krimea yang dicaplok dan berjanji akan menemukan pelakunya, tanpa segera menyalahkan Ukraina. - Insiden ledakan dahsyat di jembatan penghubung Krimea dengan Rusia memicu reaksi dari pemerintah Kyiv. 

SERAMBINEWS.COM - Vladimir Putin benar-benar murka setelah jembatan Krimea diledakkan.

Presiden Rusia itu langsung memerintahkan armada pasukan Rusia untuk segera balas dendam.

Dengan kekuatan rudal yang disegani di Dunia, pasukan Rusia langsung membombardir wilayah Ukraina.

Hujan rudal ini membuat warga di kota-kota Ukraina panik dan harus menyelamatkan diri.

Aksi balas dendam Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai respon keras atas ledakan jembatan Krimea beberapa hari lalu.

Yakni dengan meluncurkan serangan udara paling luas sejak dimulainya perang Ukraina pada Senin (10/10/2022), dengan menghujani rudal jelajah di kota-kota sibuk selama jam sibuk.

Baca juga: Rusia Siap Serang Ukraina Lebih Keras Lagi, Putin Tegaskan Tidak Akan Ragu Balas Serangan Ukraina

Melansir Reuters, hujan rudal meluluh lantakkan persimpangan, taman dan lokasi wisata di pusat ibukota Kyiv.

Ledakan dilaporkan terjadi di Lviv, Ternopil dan Zhytomyr di Ukraina barat, Dnipro dan Kremenchuk di Ukraina tengah, Zaporizhzhia di selatan dan Kharkiv di timur. 

Para pejabat Ukraina mengatakan, sedikitnya 10 orang tewas dan puluhan lainnya terluka atas serangan tersebut.

Selain itu, sebagian besar wilayah negara itu dibiarkan tanpa aliran listrik.

Ribuan warga panik dan berlomba untuk berlindung ke tempat perlindungan saat sirene serangan udara terdengar sepanjang hari.

Baca juga: Pj Gubernur Aceh Lantik Sekaligus Pj Bupati Aceh Tenggara, Gayo Lues, Nagan Raya, dan Aceh Barat 

Rentetan puluhan rudal jelajah yang ditembakkan dari udara, darat dan laut adalah gelombang serangan udara terbesar yang menghantam lokasi jauh dari garis depan.

“Rezim Kyiv, dengan tindakannya, telah menempatkan dirinya pada level yang sama dengan organisasi teroris internasional.

Dengan kelompok yang paling menjijikkan. Membiarkan tindakan seperti itu tanpa tanggapan sama sekali tidak mungkin," kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved