Kamis, 14 Mei 2026

Internasional

Mesir Luncurkan Aplikasi Sampah Elektronik, Buang Barang Lama Dapat Voucher Beli Barang Baru

Pemerintah Mesir meluncurkan inisiatif daur ulang sampah elektronik melalui aplikasi seluler.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Barang elektronik yang sudah rusak dikumpulkan untuk didaur ulang di Kairo, Mesir. 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Pemerintah Mesir meluncurkan inisiatif daur ulang sampah elektronik melalui aplikasi seluler.

Dengan tujuan mendorong daur ulang yang aman dari produk elektronik lama atau usang.

Aplikasi E-Tadweer yang diluncurkan oleh pemerintah memungkinkan pengguna membuang barang elektronik lama di titik pengiriman.

Kemudian, mendapat voucher yang dapat mereka gunakan untuk membeli produk elektronik baru dari toko mitra.

E-waste telah menjadi kategori sampah rumah tangga yang tumbuh paling cepat di dunia, menurut sebuah studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Arab Saudi Mulai Manfaatkan Teknologi Daur Ulang Ponsel dan Komputer Usang

Ahmed Fayez, seorang pejabat di Kementerian Lingkungan Hidup kepada Arab News, Minggu (16/10/2022) mengatakan:

“Pengguna dapat berlangganan aplikasi E-Tadweer dan mengunggah gambar perangkat elektronik yang tidak lagi mereka butuhkan atau alat lama yang tidak lagi memiliki pasar."

“Kemudian, mereka dapat menuju titik yang ditentukan oleh aplikasi."

"Selanjutnya menyerahkan perangkat elektronik yang sudah usang.

"Warga akan menerima voucher elektronik yang disediakan oleh perusahaan yang menerima limbah tersebut.”

Menurut angka yang dikutip oleh kementerian, Mesir menghasilkan sekitar 90.000 ton e-waste setiap tahun.

Baca juga: 60 Ton Perbulan Sampah Plastik Daur Ulang di Aceh Dijual ke Medan

Dimana, 58 persen berasal dari sektor swasta, 23 persen dari rumah tangga, dan 19 persen dari sektor publik.

“Limbah elektronik ini mengandung bahan kimia berbahaya," jelas Fayez.

Seperti merkuri dan timbal, yang pada akhirnya dapat mencapai tanah dan air jika perangkat tidak dibuang dengan cara yang benar, tambahnya.

Jamal Al-Muslimi, anggota tim E-Tadweer, mengatakan pemerintah diperkirakan akan mengumumkan beberapa insentif bagi perusahaan swasta yang bekerja di bidang pengelolaan sampah.

WHO telah memperingatkan agar tidak menggunakan metode yang salah untuk menghilangkan bahan dari limbah elektronik.

Karena, dapat memiliki dampak pada kesehatan manusia, terutama pada anak-anak.(*)

Baca juga: Sampah di Aceh Tamiang Bisa Ditukar dengan Pupuk Organik

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved