Berita Aceh Tamiang
Mangkrak Empat Tahun, Stadion Tamiang Jadi Tempat Gembala Ternak
Hewan ternak ini berbaur dengan masyarakat yang melakukan jogging dan anak-anak sekolah sepak bola yang berlatih setiap sore di stadion
“Untuk saat ini kita memang belum memiliki alternatif lain, makanya mau tak mau stadion ini tetap digunakan dengan fasilitasnya yang serba minim,” ungkap Muslizar seraya menambahkan kebutuhan mendesak berupa tribun penonton, ruangan untuk pemain dan ofisial, lintasan lari, serta pagar stadion.
Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tamiang, Edi Mofrizal, mengakui stadion itu hingga sekarang belum berfungsi.
Dia memperkirakan, anggaran yang dibutuhkan untuk merampungkan pembangunan seluruh bagian stadion sekitar Rp 36 miliar.
“Keberadaan stadion ini sangat penting untuk mendukung pembinaan atlet kita untuk bisa meraih prestasi di tingkat provinsi, regional, dan nasional,” ujar Edi.
Jalan dan tanggul juga mangkrak Selain stadion, pembangunan jalan ke perbatasan Aceh Timur dan sejumlah tanggul juga belum terlaksana.
Sebagai contoh, pembangunan jalan dari Simpang Kompi (Aceh Tamiang) menuju Aceh Timur sepanjang 43 Kilometer.
Harapan masyarakat untuk bisa menikmati akses jalan baru ini mencuat ketika Pemerintah Aceh mengucurkan dana Rp 59 miliar pada 2020.
Dengan anggaran sebesar ini, pemerintah berhasil menyelesaikan jalan sepanjang 15 Kilometer dengan lebar aspal enam meter dan masing-masing bahu jalan satu meter.
“Pengerjaan ini selesai di akhir tahun 2021, dan masih ada sisa 28 Kilometer lagi yang belum dikerjakan,” ungkap Edi Mofrizal.
Baca juga: Investasi Aceh dan Tantangan Disrupsi Global
Namun hingga menjelang akhir 2022, lanjutan pengerjaan sisa jalan 28 Kilometer ini belum menunjukan tanda-tanda dimulai.
Kondisi jalan itu 30 persen beraspal serta 70 persen rusak parah dan masih tanah.
Diperkirakan, butuh anggaran Rp 120 miliar untuk menuntaskan pembangunan jalan tersebut.
“Jalan ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang dan Aceh Timur,” imbuhnya.
Pembangunan tanggul di wilayah hilir Aceh Tamiang pun perlu dilakukan segera.
Sebab, buruknya konstruksi tanggul menyebabkan tiga kampung yakni Teluk Halban, Marlempang, dan Rantau Pakam, menjadi langganan banjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Stadion-Aceh-Tamiang-yang-terbengkalai-sejak-tahun-2018-l.jpg)