Berita Aceh Tamiang
Mangkrak Empat Tahun, Stadion Tamiang Jadi Tempat Gembala Ternak
Hewan ternak ini berbaur dengan masyarakat yang melakukan jogging dan anak-anak sekolah sepak bola yang berlatih setiap sore di stadion
Banjir musiman ini sudah dirasakan warga sejak 2019 atau setelah sheet pile di wilayah ambruk diterjang banjir sebelumnya.
“Dalam setahun bisa tiga sampai empat kali banjir,” kata Datok Penghulu Kampung Rantau Pakam, Ruslan.
Menurut Ruslan, warganya berhak menagih janji Pemerintah Aceh untuk membenahi tanggul di kampungnya.
Sebab, janji perbaikan tanggul itu disampaikan Gubernur Aceh ketika meninjau banjir bersama Pangdam IM, Kapolda Aceh, dan unsur Forkopimda lainnya pada tahun 2020.
“Kami bolak-balik gotong royong perbaiki tanggul, tapi tetap banjir.
Sekarang kami cuma bisa pasrah,” ungkapnya.
Kadis PUPR Aceh Tamiang, Edi Mofrizal mengungkapkan, perbaikan bibir sungai sudah dilakukan Pemerintah Aceh dengan membangun tanggul di Teluk Halban.
Tanggul yang saat ini sedang dikerjakan diharapkan selesai sebelum Desember mendatang.
Namun, ia menilai anggaran yang dikucurkan pemerintah Rp 1,9 miliar belum cukup untuk melindungi wilayah itu dari ancaman banjir.
Berdasarkan kalkulasi yang mereka lakukan, dibutuhkan minimal Rp 15 miliar untuk menciptakan lingkungan bebas banjir di wilayah pesisir tersebut. (*)
Baca juga: Pembangunan Stadion Tamiang Dilanjutkan, Provinsi Kucurkan Rp 7,8 Miliar
Baca juga: Menteri PUPR Minta Percepat Tangani Tanggul Jebol akibat Banjir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Stadion-Aceh-Tamiang-yang-terbengkalai-sejak-tahun-2018-l.jpg)