Breaking News:

Luar Negeri

Banjir Nigeria Tewaskan Lebih dari 600 Orang, 1,4 Juta Warga Mengungsi

Dia mengungkapkan, 30 perahu membantu membawa orang ke kamp-kamp yang dibangun untuk menampung 150.000 pengungsi di daerah itu.

Editor: Faisal Zamzami
AP PHOTO
Banjir Nigeria mengakibatkan orang-orang harus mengungsi setelah diguyur hujan lebat di Hadeja, 19 September 2022. Nigeria sedang dilanda banjir terburuk dalam sedekade terakhir. 

SERAMBINEWS.COM, ABUJA - Banjir di Nigeria telah menewaskan lebih dari 600 orang dan membuat 1,4 juta warga mengungsi, dikutip dari Reuters pada Kamis (20/10/2022).

Untuk menyelamatkan diri, orang-orang tampak mengarungi air yang mengalir deras, saling berpegangan agar tidak hanyut, menyeimbangkan koper, pakaian, dan makanan di atas kepala mereka.

Arus deras itu melanda Jalan Timur-Barat Nigeria, yang merupakan pintu gerbang ke minyak dan gas negara itu.

Banjir Nigeria kali ini adalah yang terburuk dalam 12 tahun dan menggenangi 33 dari 36 negara bagian.

"Kami tidak dapat mengakses Ahoada West lagi," kata ketua pemerintah daerah Hope Ikiriko tentang daerah yang diwakilinya.

Dia mengungkapkan, 30 perahu membantu membawa orang ke kamp-kamp yang dibangun untuk menampung 150.000 pengungsi di daerah itu.

"Kami akan menyelamatkan orang-orang yang sampai sekarang tidak putus asa," tambahnya.

Pihak berwenang Nigeria mengatakan, negara bagian Rivers, Anambra, Delta, Cross River, dan Bayelsa masih berisiko banjir hingga akhir November 2022.

Baca juga: Pakistan Berusaha Lindungi Pembangkit Listrik dari Ancaman Banjir Bandang


Banjir Nigeria juga merusak atau menghancurkan 440.000 hektare lahan pertanian. 

Pejabat kesehatan memperingatkan, musibah ini dapat memperburuk wabah kolera yang sedang berlangsung, dan bahkan mengancam ekspor gas alam.

Pihak berwenang menyalahkan hujan lebat dan pelepasan air dari bendungan Lagdo di Kamerun atas  banjir Nigeria, sementara para ahli menyebutkan bahwa pemanasan global dan perencanaan yang buruk memperparah bencana.

 
"Perubahan iklim memainkan peran besar dalam hal ini," kata Hiba Baroud, profesor teknik sipil dan lingkungan di Universitas Vanderbilt.

"Tapi komponen lainnya adalah...kerentanan infrastruktur. Beginilah kita berakhir dalam bencana seperti ini."

Indeks Adaptasi Global Notre Dame 2021 menempatkan Nigeria di antara 20 negara terbawah dalam kesiapannya beradaptasi dengan perubahan iklim.

Baroud melanjutkan, bendungan Nigeria yang dimaksudkan untuk menahan air Lagdo dari Kamerun sudah direncanakan tetapi tak kunjung selesai.

Baca juga: Iran Tangkap 14 Warga Asing, Dituduh Mendalangi Demonstrasi dan Kerusuhan

Baca juga: Kelompok Oposisi Iran di Pengasingan Minta Barat Bantu Demonstran Gulingkan Rezim

Baca juga: Jadi Perdana Menteri Inggris Tersingkat Dalam Sejarah, Liz Truss Pilih Mundur karena Keuangan Hancur

Kompas.com: Banjir Nigeria Tewaskan Lebih dari 600 Orang, 1,4 Juta Warga Mengungsi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved