Breaking News:

Berita Subulussalam

Dinkes Subulussalam Edar Larangan Jual Obat Sirup, Kota Ini Masih Aman dari Anak Gagal Ginjal Akut

Munawaroh mengaku sudah menyampaikan larangan penjualan obat-obatan jenis sirup secara lisan dan pesan whatsapp group  puskesmas dan ke apoteker-apote

Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Munawaroh 

Munawaroh mengaku sudah menyampaikan larangan penjualan obat-obatan jenis sirup secara lisan dan pesan whatsapp group  puskesmas dan ke apoteker-apoteker yang menjadi penaggungjawab apotek di Kota Subulussalam.

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Pihak Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Subulussalam turut menindaklanjuti larangan penjualan obat-obatan dalam bentuk sirup di daerah ini.

"Hari ini kami sudah edarkan larangan via groups WhatsApp dan lisan, selanjutnya ditindaklanjuti melalui surat resmi," kata Munawaroh, Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam kepada Serambinews.com, Kamis (20/10/2022)

Munawaroh mengaku sudah menyampaikan larangan penjualan obat-obatan jenis sirup secara lisan dan pesan whatsapp group  puskesmas dan ke apoteker-apoteker yang menjadi penaggungjawab apotek di Kota Subulussalam.

Surat fisiknya, kata Munawaroh juga akan mereka sebar ke toko obat dan swalayan yang menjual obat-obatan bebas dalam bentuk sirup.

Untuk Kota Subulussalam, menurut Munawaroh berdasarkan data belum ada ditemukan kasus anak yang mengalami gagal ginjal akut.

Dia pun berharap agar kasus anak menderita gagal ginjal akut yang berkaitan dengan obat paracetamol sirup atau cair tidak terjadi di Kota Subulussalam.

Baca juga: Dinkes Lhokseumawe Keluarkan Edaran Penghentian Sementara Penjualan Obat Sirup

"Sampai saat ini berdasarkan pemantauan dan data di dinas, belum ada temuan kasus anak menderita gagal ginjal akut, semoga memang kasus ini tidak terjadi di Kota Subulussalam," ujar Munawaroh

Munawaroh mengatakan hal ini sekaitan dengan langkah Kementerian Kesehatan atau Kemenkes RI yang resmi melarang penjualan dan konsumsi obat-obatan dalam bentuk cair atau sirup untuk sementara waktu.

Larangan ini berlaku untuk semua jenis obat dalam bentuk sirup, termasuk vitamin cair. 

"Setelah didiskusikan dengan seluruh pihak, sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, (larangan ini untuk) semua obat sirup atau obat cair, bukan hanya parasetamol," ungkap dr Mohammad Syahril, Juru Bicara Kemenkes, dalam konferensi pers daring, Rabu (19/10/2022).

Larangan tersebut bukan tanpa sebab. Ini karena ada dugaan bahwa komponen yang digunakan untuk mengencerkan obat menjadi sirup menjadi pemicu gagal ginjal akut.

Baca juga: Sikapi Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes RI Larang Jual Obat Sirup, Ini Sikap Dinkes Aceh Singkil

Ini diduga bukan kandungan obatnya saja, tapi komponen lain yang menyebabkan terjadi intoksikasi," kata Syahril.

Terkait dugaan tersebut, Syahril mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan investigasi mendalam yang hasilnya diharapkan bisa diumumkan ke publik pekan depan. (*)

Baca juga: Awas! Anak Rentan Kena Gagal Ginjal Akut, Pemakaian Obat Sirup Dilarang, Dinkes Surati RS dan Apotek

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved