Breaking News:

Konflik Rusia vs Ukraina

Vladimir Putin Umumkan Darurat Militer di 4 Wilayah Ukraina yang Dicaplok Rusia

Vladimir Putin telah mengumumkan adanya darurat militer, yakni di empat provinsi Ukraina yang dikuasai Rusia.

Editor: Faisal Zamzami
Kolase Foto Tribunnews
Presiden Rusia Vladimir Putin dan tentara Rusia di Mariupol, Ukraina. 

SERAMBINEWS.COM - Vladimir Putin telah mengumumkan adanya darurat militer, yakni di empat provinsi Ukraina yang dikuasai Rusia.

Diketahui empat wilayah Ukraina tersebut dicaplok Rusia pada bulan lalu.

“Kami sedang bekerja untuk menyelesaikan tugas-tugas skala besar yang sangat kompleks untuk memastikan masa depan yang dapat diandalkan bagi Rusia, masa depan rakyat kami,” kata Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Pidato tersebut disiarkan televisi di depan Dewan Keamanan Nasional pada Rabu (19/10/2022).

Putin memberikan kewenangan lebih kepada gubernur regional Rusia dan memerintahkan pembentukan dewan koordinasi khusus di bawah Perdana Menteri Mikhail Mishustin demi memperkuat strategi perang.

Diketahui, empat wilayah Ukraina yang dicaplok yakni Luhansk, Donetsk, Zaporizhzhia dan Kherson.

Dengan kewenangan itu, para pemimpin dari lebih 80 wilayah Rusia bisa melakukan apa saja untuk melindungi fasilitas penting dan strategis serta menjaga ketertiban umum hingga meningkatkan produksi untuk mendukung perang, dikutip Tribunnews dari The Guardian.

"Seluruh sistem administrasi negara, tidak hanya badan keamanan khusus saja, harus diarahkan untuk mendukung operasi militer khusus ( Rusia di Ukraina)," kata Putin.

Sementara itu, Dekrit Kremlin juga menempatkan Rusia pada pijakan perang ekonomi yang lebih kuat.

Putin memerintahkan mobilisasi ekonomi di enam provinsi yang berbatasan dengan Ukraina, ditambah Krimea dan Sevastopol, yang dianeksasi secara ilegal oleh Rusia pada tahun 2014.

Dia mengatakan bahwa dia memberikan wewenang tambahan kepada para pemimpin semua provinsi Rusia untuk menjaga ketertiban umum.

Dan juga meningkatkan produksi untuk mendukung Perang Moskow, yang memasuki bulan kedelapan.

Undang-undang tersebut juga membatasi kebebasan bergerak masuk dan keluar dari delapan provinsi tersebut.

Baca juga: Iran Marah, Kirim Senjata ke Rusia Dapat Sanksi, Uni Eropa dan AS Bantu Ukraina Tanpa Sanksi Apapun

 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved