Breaking News:

Gagal Ginjal Akut Misterius

Ketua DPR RI: Bila Penuhi Kriteria, Segera Tetapkan KLB Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

Ketua DPR RI minta apabila telah penuhi kriteria, segera tetapkan kasus gagal ginjal akut anak sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Penulis: Sara Masroni | Editor: Taufik Hidayat
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua DPR RI minta apabila telah penuhi kriteria, segera tetapkan kasus gagal ginjal akut anak sebagai kejadian luar biasa (KLB). 

SERAMBINEWS.COM - Apabila telah penuhi kriteria, segera tetapkan kasus gagal ginjal akut anak sebagai kejadian luar biasa ( KLB).

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dikutip Serambinews.com dari laman resmi DPR RI, Jumat (21/10/2022).

Diketahui data terbaru menunjukan ada 206 kasus gagal ginjal akut dan 99 anak di antaranya meninggal dunia.

"Kasus gagal ginjal akut pada anak sudah cukup mengkhawatirkan," kata Puan.

"Kalau dari data-data yang ada sudah memenuhi syarat, segera tetapkan penyakit ini sebagai kejadian luar biasa atau KLB," tegasnya.

 

Kasus gagal ginjal akut pada anak ini menurut Puan, bagaikan puncak gunung es dan mengancam keselamatan anak-anak.

Dengan ditetapkannya kasus ini menjadi KLB, akan berpengaruh pada langkah penanganan dan pengobatan dalam mengatasi gagal ginjal akut.

Termasuk soal pembiayaan dan berbagai kemudahan lainnya.

Baca juga: 20 Anak di Aceh Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut Misterius, Ketahui Penyebab dan Ciri-cirinya

Dengan meningkatnya status menjadi KLB, semua pemangku kebijakan akan memiliki kepedulian dalam penanganan penyakit ini.

"Dengan status KLB, setiap anak yang didiagnosa gagal ginjal akut, baik memiliki BPJS Kesehatan maupun tidak, harus ditanggung perawatan kesehatan dan pengobatannya hingga tuntas,” ungkap Puan.

Tanpa status KLB, dikhawatirkan banyak pasien kesulitan mengakses fasilitas pelayanan kesehatan lantaran tidak ada bantuan dana.

Puan menilai, penetapan status KLB juga terkait dengan kesiapan rumah sakit rujukan bagi anak yang menderita penyakit ini.

"Kita harus memperhatikan bagaimana fasilitas kesehatan daerah tidak sama di setiap wilayah," kata Puan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved