Video
VIDEO - Melihat Keberhasilan Budidaya Udang Vanam Sistem Bioflok di Lhokseumawe
Program percontohan ini pun telah berjalan maksimal hingga sekarang. Bahkan pada Selasa (18/10/2022) sore telah dilakukan panen untuk kelima kalinya.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: m anshar
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) pada tahun 2021 telah menganggarkan dana Rp 1,2 miliar untuk program percontohan bubidaya udang vaname dengan sistem bioflok.
Lokasinya di Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.
Progran percontohan ini melibatkan 60 warga yang tergabung dalam enam Kelompok Pembudidaya Ikan/Udang (Pokdakan) binaan Koperasi Produsen Serba Usaha (KPSU) Monjaya.
Program percontohan ini pun telah berjalan maksimal hingga sekarang. Bahkan pada Selasa (18/10/2022) sore telah dilakukan panen untuk kelima kalinya, sejak program ini dijalankan.
Dimana saat panen Selasa sore ikut hadir Kajari Lhokseumawe Dr Mukhlis SH MH, Asisten I Setdako Maksalmina SH MH, dan Plt Kepala DKPPP Lhokseumawe Bukhari.
Sedangkan malam harinya juga datang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman SPi MSi.
Pemakarsa KPSU Monjaya, H Ismuha, menjelaskan, modal yang dikeluarkan untuk pembudidayakan udang vaname itu Rp 20 juta per bioflok.
Sedangkan saat panen, yakni dalam durasi 120 hari, bisa meraih uang capai Rp 40 juta per bioflok
Artinya, keuntungan 100 persen dari modal.
Sementara, Plt Kepala DKPPP Lhokseumawe, Bukhari mengatakan, budaya udang vaname sistem bioflak ini dinyatakan telah berhasil
Bahkan sudah mampu memberdayakan ekonomi 60 anggotanya.(*)
Narator: Suhiya Zahrati
Video Editor: M Anshar