Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026

MTQ Nasional di Kalsel

Ahsanu Amala Pencetak Sejarah di MTQ Nasional 2022

Ahsanu tampak tersenyum bahagia ketika namanya disebut sebagai pemenang pada Cabang Khattil Quran (Kaligrafi) golongan kontemporer putri

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/AGUS RAMADHAN
Ahsanu Amala, Juara 1 di Cabang Khattil Quran (Kaligrafi) golongan Kontemporer putri MTQ Nasional 2022 Kalimantan Selatan 

DARI balik cadar hitam dan tatapan matanya, Ahsanu tampak tersenyum bahagia ketika namanya disebut sebagai pemenang pada Cabang Khattil Quran (Kaligrafi) golongan kontemporer putri.

"Khaththath terbaik satu (putri) Ahsanu Amala, nilai 283 utusan Aceh," sebut Ketua Dewan Hakim, Prof Said Agil Husin Al Munawar saat membacakan nama-nama pemenang di malam penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-29 tahun 2022 di Astaka Kiram Park, Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa ( 18/10/2022).

Hasil tersebut sekaligus menjadikan gadis berusia 22 tahun itu tercatat dalam sejarah Aceh sebagai peraih juara pertama dari cabang Khattil Quran di MTQ Nasional.

"Alhamdulillah ini semua berkat pertolongan Allah dan dukungan orang tua serta guru-guru saya semua," katanya.

Seni menulis indah Alquran (Khattil Quran) atau lebih sering dikenal dengan seni kaligrafi merupakan salah satu seni yang cukup populer di kalangan umat Islam.

Karya-karya ini biasanya dapat di lihat pada dinding-dinding masjid yang bertulis kalam-kalam Allah.

Ubaidullah bin Abbas menyebut Khat sebagai lisan al-yadd atau ‘lidahnya tangan’.

Menurutnya, melalui tulisan itulah tangan berbicara.

Sedangkan Al-Qalqayan menyebutkan Khat itu ibarat ruh di dalam tubuh.

Khat sebagai salah satu perwujudan dari seninya seni Islam memiliki sistem penjurian yang unik dan lebih detail dibandingkan pada cabang lainnya di MTQ Nasional.

Misalnya untuk golongan kontemporer, unsur-unsur yang menjadi penilaian adalah unsur kaligrafi/anatomi huruf (tingkat keterbacaan, tingkat kesahihan khat), unsur seni rupa/kreativitas dan kekayaan imajinasi (orisinalitas dan inovasi, kekayaan desain dan tata warna, kesesuaian tema gambar dan konteks ayat), sentuhan akhir/kesan keseluruhan (tingkat kerapihan dan kebersihan, tingkat ketuntasan karya).

Baca juga: Bikin Bangga! Ibu dan Anak dari Provinsi Aceh Raih Juara di MTQ Nasional 2022 Kalimantan Selatan

Baca juga: Fuqaha Apresiasi Keberhasilan Kafilah Aceh di MTQ Nasional 2022 Provinsi Kalimantan Selatan

Meski penilaian karya seni terkadang tak luput dari subjektivitas, namun pada cabang ini, dewan juri memiliki pakem-pakem tersendiri dalam menilai.

Karya seni Ahsanu memang tak bisa diremehkan.

Dewan juri pun sepakat bahwa karyanya merupakan yang terbaik dan berhak untuk menjadi juara di MTQ Nasional 2022.

Ada satu hal yang ditanamkan oleh gadis kelahiran Banda Aceh 3 september 2000 ini sesaat sebelum memasuki lokasi lomba MTQ Nasional 2022 di Madrasah Darussalam Tahfiz dan Ilmu Al-Qur'an, Martapura, Banjar.

Di dalam hatinya, dia bermunajat kepada Allah dengan mengatakan "Ya Allah kedua tangan saya ini milik-Mu dan sepenuhnya saya serahkan kepada-Mu, atas apa yang diperbuat oleh tangan saya ini adalah kehendak-Mu,".

Ahsanu juga mengucapkan terima kasih kepada sang guru yang telah membimbing dan mendukungnya hingga bisa meraih prestasi tertinggi di tingkat nasional.

Terkhusus kepada pelatih MTQ Nasional 2022 Aceh, Ustadz Usman Musa, serta Ustadz Izzarul, Ustadz Doni Gunawan, Ustadz Tarmizi, Ustadz Poniman, dan guru-guru lainnya.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Syariat Islam Aceh yang telah mendukungnya hingga bisa meraih juara.

"Saya berada di tahap ini karena ingin meneruskan perjuangan dakwah Baginda Rasulullah melalui seni kaligrafi lukis.

Karena media dakwah bukan hanya di atas mimbar saja," kata Ahsanu.

Anak kedua dari pasangan Rahadi dan Iin Maisarah ini berharap, seninya tersebut dapat dipamerkan untuk umum agar menjadi media dakwah serta menginpirasi generasi muda untuk mempelajari dan memahami seni kaligrafi.

"Semoga seni kaligrafi di Aceh bisa berkembang dan memberi manfaat untuk umat," pungkas alumni Dayah Darul Ihsan Aceh Besar ini. (ar)

Baca juga: Ikatan Keluarga Aceh (IKA) Kalimantan Selatan Jamu Kafilah Aceh MTQ Nasional 2022 di Warung Mie Aceh

Baca juga: Tim Kaligrafi Aceh Cetak Sejarah, Wamenag Tutup MTQ Nasional 2022

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved