Breaking News:

Internasional

Palestina Sambut Baik Seruan PBB, Penahanan Administratif Tanpa Diadili Oleh Israel Harus Diakhiri

Palestina menyambut baik seruan PBB kepada Israel untuk mengakhiri penahanan administratif terhadap warga Palestina.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Warga menggelar demonstrasi menuntut pembebasan tahanan dari penjara Israel di Tepi Barat, Palestina. 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Palestina menyambut baik seruan PBB kepada Israel untuk mengakhiri penahanan administratif terhadap warga Palestina.

Qadri Abu Bakr, Kepala Komisi Urusan Narapidana dan Mantan, memuji langkah PBB tersebut.

Dia mengatakan Otoritas Palestina telah membuat seruan serupa selama beberapa tahun.

Bahkan, katanya, telah berulang kali mendesak organisasi internasional dan negara-negara sekutu untuk menekan Israel agar mengakhiri praktik penahanan.

Dilansir Arab News, Minggu (23/10/2022), Israel menggunakan penahanan administratif, memenjarakan seseorang tanpa pengadilan selama enam bulan untuk menekan aktivisme Palestina.

Dia menyesalkan beberapa tahanan telah menghabiskan hampir delapan tahun dalam penahanan administratif tanpa pengadilan karena perintah penahanan diperbarui setiap enam bulan.

Baca juga: Pemukim Yahudi Serang Pinggiran Nablus, Rusak Mobil Warga Palestina

Abu Bakr mengatakan 780 tahanan administratif Palestina, termasuk enam anak di bawah umur dan dua tahanan wanita.

Dikatakan, sebagian besar tahanan ditahan di penjara Negev dan Ofer.

Sejak 2015, otoritas Israel telah mengeluarkan lebih dari 9.500 perintah penahanan administratif.

Sejak awal tahun ini, pihak berwenang telah mengeluarkan sekitar 1.365 perintah penahanan administratif, termasuk 272 pada Agustus 2022 saja.

Sejak akhir 2011, tahanan di Israel telah melakukan lebih dari 400 serangan individu.

Abu Bakar mengatakan para tahanan telah berulang kali menuntut agar otoritas Israel membawa mereka ke pengadilan, tetapi diabaikan oleh pejabat Israel.(*)

Baca juga: Israel Blokade Nablus, 200.000 Warga Palestina Terkurung Sepekan Lebih, Pintu Masuk Kota Ditutup

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved