Breaking News:

Internasional

Turki Siap Memperkuat Kerjasama Industri Pertahanan dengan Israel, Benny Gantz Segera ke Ankara

emerintah Turki dan Israel siap menjalin hubungan yang lebih erat di berbagai bidang, termasuk kerjasama militer, setelah berbulan-bulan pemulihan hub

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Poster raksasa Perdana Menteri Israel Yair Lapid terpampang di salah satu Kota Turki. 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Pemerintah Turki dan Israel siap menjalin hubungan yang lebih erat di berbagai bidang, termasuk kerjasama militer, setelah berbulan-bulan pemulihan hubungan.

Untuk kunjungan resmi untuk bertemu timpalannya dari Turki Hulusi Akar, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz dijadwalkan di Turki pada Rabu (26/10/2022).

Beberapa hari sebelum pemilihan di Israel, kunjungan tersebut akan menjadi yang pertama oleh Menteri Pertahanan Israel ke Turki dalam satu dekade.

Dua bulan lalu, Direktur Kebijakan dan Biro POL-MIL Brigjen (Purn.) Dror Shalom juga mengunjungi Turki.

"Kedatangannya untuk membuka kembali saluran hubungan pertahanan antar negara,” kata Kementerian Pertahanan Israel.

Ditambahkan hal itu mempersiapkan kerangka pertemuan tingkat menteri yang akan datang.

Ankara dan Jerusalem telah mengembangkan hubungan dekat dalam industri pertahanan sejak 1960-an, termasuk kerjasama keamanan, berbagi intelijen, dan pelatihan militer.

Pada Juni 2022 lalu, koordinasi keamanan bersama antara kedua negara membantu mengatur penangkapan beberapa warga Iran.

Baca juga: Ambisi Lama Terwujud, Erdogan Siap Ubah Turki Menjadi Pusat Gas Alam ke Uni Eropa

Diduga merencanakan serangan terhadap warga Israel di Turki.

Turki juga di antara pelanggan senjata utama Israel untuk drone Heron bersenjata serta sistem pengintaian dan pengawasan elektronik.

Namun, menyusul krisis Mavi Marmara pada 2010, Turki menghentikan semua proyek industri pertahanan dan kerjasama militernya dengan Israel.

Sebagai bagian dari patroli NATO di wilayah tersebut, sebuah kapal perang Turki, TCG Kemalreis, berlabuh di pelabuhan Haifa pada September 2022 bersama dengan sebuah kapal perusak AS.

“Normalisasi Turki- Israel bergerak maju," kata Dr. Nimrod Goren, presiden dan pendiri Mitvim, Institut Kebijakan Luar Negeri Regional Israel kepada Arab News, Senin (24/10/2022).

Setelah kedua negara mengumumkan pilihan mereka untuk duta besar, kunjungan menteri mulai dilakukan,” ujarnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved