26 Hari Menuju Piala Dunia 2022: Pria Spanyol yang Berjalan Kaki ke Piala Dunia Qatar Diduga Hilang
Santiago Sanchez adalah seorang trekker professional. Pria berusia 41 tahun tersebut juga seorang penggemar berat sepak bola.
SERAMBINEWS.COM - Seorang pria asal Spanyol yang berjalan kaki dari Madrid ke Doha, Qatar demi menonton Piala Dunia 2022 dilaporkan hilang sejak melintasi Iran sekitar tiga minggu yang lalu.
Santiago Sanchez adalah seorang trekker professional. Pria berusia 41 tahun tersebut juga seorang penggemar berat sepak bola.
Sanchez terakhir terlihat di Iraq setelah berjalan melintasi 15 negara dan selalu memberikan kondisi terkini lewat akun Instagram pribadinya selama sembilan bulan terakhir.
Keluarga Sanchez terakhir kali mendengar kabar darinya pada tanggal 2 Oktober 2022, saat ia melintasi perbatasan antara Iraq dan Iran.
"Kami sangat khawatir, kami tidak bisa berhenti menangis, suami saya dan saya sendiri," ujar ibu Sanchez, Celia Cogedor, dikutip dari Associated Press.
Dalam kondisi sangat lelah, Cogedor dan suaminya, Santiago membagikan pesan terakhir yang dikirim anaknya pada tanggal 2 Oktober di pagi hari.
Pesan itu menjelaskan rencana Sanchez selanjutnya.
"Saya bersama seorang teman yang datang menjemput. Saya akan pergi ke Bandar Abbas, sejauh 1.700 kilometer di bagian selatan Iran, dekat Pulau Hormuz," kata Sanchez dalam pesan tersebut.
Baca juga: 27 Hari Menuju Piala Dunia 2022: Pemain Keturunan Indonesia Masuk Skuad Sementara Timnas Belanda
Sang petualang juga menjelaskan bahwa ia berencana untuk pergi ke ibu kota Iran, Teheran di hari selanjutnya, untuk melaksanakan wawancara dengan sebuah stasiun televisi.
Lalu, Sanchez akan melanjutkan perjalanan ke Bandar Abbas, sebuah pelabuhan di selatan Iran di mana ia akan menumpang sebuah kapal untuk ke Qatar.
Tetapi, setelah itu, semua kabar soal Sanchez hilang sebelum ia mencapai Teheran, menurut orang tuanya.
Sanchez sempat mengingatkan orang tuanya sebelum ia melintasi Iran bahwa komunikasi selama di sana akan lebih sulit dibanding beberapa bulan sebelumnya.
"Setelah beberapa hari kami tidak khawatir bahwa ia (Sanchez) tidak memberikan kabar, sesuai apa yang ia bilang. Tapi setelah delapan atau sembilan hari, anak perempuan kami dan teman terdekatnya, kami memikirkan untuk membuat laporan kehilangan," kata Cogedor.
Orang tuanya melaporkan kehilangan Sanchez pada tanggal 17 Oktober.
Mereka mengatakan bahwa polisi Spanyol dan para diplomat akan membantu keluarganya.
Orang tua Sanchez bangga dengan semangat sang anak untuk bisa berpetualang dengan tujuan untuk membantu masyarakat dan mempromosikan klub favoritnya, Real Madrid.
"Dia (Sanchez) tidak membuat propaganda untuk situasi apa pun. Satu-satunya hal yang memotivasinya adalah mendukung Real Madrid dan sampai tepat waktu di Qatar untuk Piala Dunia," ujar ibu Sanchez itu.
Sanchez juga pernah membagikan tujuan mulianya melakukan petualangan ini.
Ia ingin belajar tentang bagaimana masyarakat dunia hidup sebelum sampai di Qatar untuk pertandingan pertama Spanyol di Piala Dunia pada 23 November.
"Ide dari perjalanan ini adalah untuk memotivasi dan menginspirasi orang-orang bahwa mereka bisa pergi jauh dengan sekecil apa pun yang mereka miliki," kata Sanchez dari Sulaymaniyah, sebuah kota di timur laut Iraq.
Baca juga: Eks Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Dikabarkan Bebas dari Lapas Sukamiskin, Steffy Ucap Alhamdulillah
Baca juga: Batalkah Wudhu Jika Bersentuhan Dengan Suami atau Istri? Ini Hukumnya Menurut 4 Mazhab
Baca juga: Nasdem Sebut Demokrat Minta Anies Baswedan Pertimbangkan AHY jadi Cawapres, Bagaimana Nasib PKS?
Kompas.com: Pria yang Berjalan Kaki ke Piala Dunia Qatar Diduga Hilang