Breaking News:

Luar Negeri

Kisah Rishi Sunak Jadi PM Inggris, Orangtua Lahir di Afrika, Istri Lebih Kaya dari Ratu Elizabeth II

Sebagai mantan menteri keuangan, pemahaman Sunak tentang kebijakan fiskal mungkin bisa berguna bagi negara yang sedang menghadapi kesulitan keuangan

Editor: Faisal Zamzami
AFP/TRISTAN FEWINGS
PM baru Inggris Rishi Sunak (kanan) saat masih menjabat Menteri Keuangan bersama istrinya, Akshata Murty (kiri), dalam acara perayaan British Asian Trust di The British Museum, London, 9 Februari 2022. Kekayaan Akshata ditaksir lebih tinggi dari Ratu Elizabeth II. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Rishi Sunak akan menjadi perdana menteri terbaru Inggris, mengambil alih jabatan dari Liz Truss setelah masa jabatannya yang sangat singkat dan kacau.

Dilansir dari Insider, pada hari Senin, 24 Oktober, Sunak mendapatkan dukungan dari Partai Konservatifnya untuk menjadi pemimpinnya, dan menjadi kandidat PM Inggris terkuat.

Sebagai mantan menteri keuangan, pemahaman Sunak tentang kebijakan fiskal mungkin bisa berguna bagi negara yang sedang menghadapi kesulitan keuangan yang luar biasa.

Namun, Sunak juga menghadapi kritik keras atas kekayaan luar biasa keluarganya.

Dengan kekayaan bersih yang lebih dari dua kali lipat kekayaan Raja Charles III, banyak yang khawatir Sunak tidak akan dapat memahami kesulitan keuangan harian yang dihadapi konstituennya, terutama saat Inggris bersiap menghadapi resesi yang dalam.

Konsultan penelitian politik Savanta ComRes menyimpulkan sentimen publik dalam awan kata Twitter.

Dia menanyakan tanggapan paling umum yang diberikan untuk pertanyaan yang disurvei: "Bagaimana Anda menggambarkan Rishi Sunak dalam satu kata?"

Kata pintar dan baik ditampilkan secara mencolok, tetapi mereka dikerdilkan oleh satu kata, yakni kaya.

Baca juga: FAKTA Rishi Sunak Terpilih Jadi PM Inggris, Pria Berdarah India dan Paling Kaya

Orang tua Sunak lahir di Afrika. 

Ayahnya, Yashvir, di Kenya, dan ibunya, Usha, di Tanzania.

Mereka bertemu dan menikah di Inggris, di mana ayahnya menjadi dokter umum dan ibunya menjalankan apotek.

Dalam sebuah cerita untuk Tatler, seorang teman keluarga menggambarkan pasangan itu sebagai orang Inggris yang penuh gairah.

 
Sunak dididik di Winchester College sebelum menjadi kepala sekolah di sekolah asrama terkemuka dan mengambil jalur yang dilalui politisi Inggris: belajar filsafat, politik, dan ekonomi di Oxford. Di sana, ia menerima First, penghargaan tertinggi untuk gelar sarjana.

Selama beasiswa Fulbright di Stanford pada tahun 2006, di mana Sunak memperoleh gelar MBA, keberuntungan masa depannya pertama kali memasuki hidupnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved