Breaking News:

Investasi

Perkuat Investasi, Kepala BI Dorong Penambahan Industri Pengolahan di Aceh

Melihat sumber daya alam yang melimpah di Aceh, menurutnya penting untuk menambah industri pengolahan di Aceh. Sehingga hasil produk yang ada di Aceh

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/INDRA WIJAYA
Opening Ceremony pembukaan AGASID 2022 di Hotel Hermes Palace, Lampineung, Banda Aceh, Senin (31/10/2022). 

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Achris Sarwani mengatakan, kunci untuk memperkuat investasi di Aceh ialah adanya penambahan industri pengolahan.

Pasalnya kata dia, saat ini Aceh masih bergantung pada tiga komoditas saja. Yakni, industri ekspor batu bara, kopi dan pinang. Dan ketiga produk itu langsung dijual diekspor keluar Aceh, tanpa ada pengolahan terlebih dahulu.

"Kunci investasi di Aceh itu adalah ada penambahan industri pengolahan. Karena kalau ada industri ini, produk Aceh dapat dikemas lebi menarik," kata Achris pada acara Aceh Gayo Sustainable Investment Dialogue (AGASID) 2022 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Senin (31/10/2022).

Putra Mahkota Arab Saudi Dirikan Lima Perusahaan Investasi di Lima Negara, Targetkan Rp 373 Triliun

Melihat sumber daya alam yang melimpah di Aceh, menurutnya penting untuk menambah industri pengolahan di Aceh. Sehingga hasil produk yang ada di Aceh itu tidak langsung dijual, melainkan diolah terlebih dahulu.

"Tentu nilai tukarnya pun semakin bertambah. Jadi keuntungan pun lebih banyak," kata Achris.

Selain itu lanjut dia, dalam sistem berinvestasi, penting halnya membuat investor nyaman saat berinvestasi di Aceh. Sebab saat itu komoditas unggulan di Aceh itu cuma ada tiga yakni, ekspor batubara, kopi dan pinang.

Ayo Investasi Emas! Harganya Turun Hari Ini di Lhokseumawe, Per Mayam Dibandrol Rp 2.572.000

"Kuncinya kita membangun industri pengolahan dalam pergerakan investasi di Aceh. Kita berharap bisa memenuhi pasar nggak usah jauh-jauh yakni negara tetangga kita, seperti Malaysia, India dan Thailand," jelasnya.

Karena hal itu juga dirinya meminta, agar potensi investasi di Aceh harus dioptimalkan. Mulai dari Aceh bagian tengah yang cocok dengan investasi peternakan, dan industri perikanan untuk.wilayah pesisir pantai.

"Semua garis pantai di Aceh punya potensi. Tinggal management nya. Pengembangan sektor pariwisata," pungkasnya.(*)

Memuluskan Garap Mama Muda, Pesulap Hijau Pernah Belajar Ilmu di Cirebon

Muhaimin Sambut Prabowo dengan Sapaan Calon Presiden, Cak Imin: Tunggu Pengumuman Resminya

VIDEO Sang Pelestari Seni Tutur dan Tradisi Lisan Aceh

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved