Breaking News:

Tertipu Bisnis Kepala Sawit

IRT di Lhokseumawe Ditipu Mentah-mentah hingga Rp 2,7 M, Pas Cek Lokasi Hanya Dapati Gudang Kosong

“Lalu korban pun mengecek keberadaan perusahaan yang dimaksud pelaku dan setiba di lokasi itu ternyata hanya terdapat gudang kosong tanpa ada...

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ ZAKI MUBARAK
Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto, berdialog dengan F (53) pelaku penipuan investasi bisnis kelapa sawit, Selasa (1/11/2022). 

“Lalu korban pun mengecek keberadaan perusahaan yang dimaksud pelaku dan setiba di lokasi itu ternyata hanya terdapat gudang kosong tanpa ada aktivitas pengolahan sawit,” terangnya.

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Untuk memuluskan aksi menipu ibu rumah tangga EI (56), tersangka F (53) sering mengganti nomor handphone (HP).

Ia menggunakan 7 (tujuh) nomor sim card dengan mengaku sebagai orang yang berbeda.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto didampingi Kasat Reskrim AKP Zeska Julian Taruna Wijaya saat konferensi pers mengatakan, pelaku F menyakinkan korban dengan menggunakan nomor HP lain.

Masing-masing yaitu F sebagai orang yang dipercaya korban. 

Kemudian Rizal menggunakan nomor lain mengaku sebagai Direktur PT ASS (Perusahaan Sub ke PT GSM).

Lalu Wagiono mengaku sebagai karyawan di PT GSM, selanjutnya menelepon korban mengaku sebagai Direktur PT Sintong.

“Tak hanya itu, pelaku juga menelepon korban dengan nomor lain, sempat mengaku sebagai oknum aparat sebagai backing-an dalam menagih uang ke PT GSM dan terakhirmengaku sebagai  Edi Yus sebagai sepupu F sekaligus anggota di lapangan,” ungkap AKBP Henki Ismanto, kepada Serambinews.com, Selasa (1/11/2022).

 Sambung Kapolres,  akhirnya korban merasa curiga  karena sama sekali belum menerima keuntungan 10 persen yang dijanjikan oleh pelaku.

“Lalu korban pun mengecek keberadaan perusahaan yang dimaksud pelaku dan setiba di lokasi itu ternyata hanya terdapat gudang kosong tanpa ada aktivitas pengolahan sawit,” terangnya.

Karena merasa tertipu lanjutnya, akhirnya korban pun tak ingin menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan hingga memilih untuk menempuh jalur hukum.

“Nah, baru anak korban datang dan melaporkan kasus penipuan itu Polres Lhokseumawe,” demikian AKBP Henki.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 378 (Penipuan) Jo Pasal 372 (Penggelapan) Jo Pasal 64 (Perbuatan berulang) KUHPidana dengan  ancaman Hukuman 4 tahun penjara.

Baca juga: Ternyata IRT di Lhokseumawe yang Tertipu Rp 2,7 Miliar Pernah Join Bisnis, Begini Modus Tersangka

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved