Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Ibu dan Anak Meninggal Saat Banjir Bandang, Puluhan Rumah Warga Agara Rusak

Desa Rambung Teldak, Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara (Agara), diterjang banjir bandang pada Selasa (1/11/2022) malam sekitar pukul 22.00 WIB

Editor: bakri
SERAMBI/ASNAWI LUWI
Warga melintasi jalan di Desa Rambung Teldak, Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara, yang dipenuhi lumpur dan material yang dibawa banjir bandang, Rabu (2/11/2022). 

KUTACANE - Desa Rambung Teldak, Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara (Agara), diterjang banjir bandang pada Selasa (1/11/2022) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Akibatnya, 89 rumah rusak dan dua orang meninggal dunia.

Korban yang meninggal dunia adalah Samine (55) dan anaknya Siah Indah (15).

Sedangkan suami Samine dan satu anak mereka yang laki-laki berhasil selamat dari ganasnya arus sungai Lawe Lekuk.

"Dua orang meninggal dalam musibah banjir bandang di Desa Rambung Teldak," ujar Camat Darul Hasanah, Hayaddun, kepada Serambi, Rabu (2/11/2022).

Saat banjir bandang menerjang, menurut Camat, keluarga tersebut sedang berada di dalam rumah mereka.

Tiba-tiba, rumah tersebut terseret arus Sungai Lawe Lekuk yang berasal dari banjir bandang Dalam musibah itu, tambah Hayaddun, suami dan anak laki-laki mereka berhasil diselamatkan.

Sedangkan istri bersama anak perempuannya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada lokasi berbeda.

“Jenazah anak itu ditemukan sekitar pukul 04.30 WIB.

Sedangkan jasad ibunya ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB,” jelas Camat Nurul Hasanah.

Baca juga: Belasan Desa di Tujuh Kecamatan juga Terendam Banjir

Baca juga: Tinjau Banjir di Trumon Tengah, Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan 

Terpisah, Kepala Desa Rambung Teldak, Zul Bahri, mengatakan, banjir bandang itu menyeret sejumlah kayu gelondongan ukuran besar dan material berupa bebatuan yang berasal dari Lawe Lekuk.

Dalam musibah itu, sebutnya, 80 rumah rusak ringan seperti papan dindingnya terbawa arus sungai, serta bebatuan dan lumpur masuk ke dalam rumah.

Sedangkan sembilan rumah lainnya, menurut Zul Bahri, mengalami rusak berat setelah hanyut dan ambruk diterjang arus sungai yang deras.

Satu dari sembilan rumah yang terseret arus sungai, lanjutnya, adalah rumah yang ditempati ibu dan anak yang meninggal dunia dalam musibah tersebut Ia berharap, pemerintah melalui dinas terkait secepatnya menurunkan akat berat ke lokasi untuk membersihkan sisa-sisa material yang dibawa oleh banjir bandang tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved