Breaking News:

Internasional

Rusia dan Turki Siap Kirim Gandum Secara Gratis ke Negara Miskin, Cegah Masuk Uni Eropa

Pemerintah Rusia dan Turki telah mencapai kesepakatan untuk mengirimkan gandum secara gratis ke negara miskin.

Editor: M Nur Pakar
AP/Nina Lyashonok
Kapal Navi-Star yang membawa muatan jagung memulai perjalanannya dari Pelabuhan Odessa, Ukraina ke Turki pada Jumat (5/8/2022). 

SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Pemerintah Rusia dan Turki telah mencapai kesepakatan untuk mengirimkan gandum secara gratis ke negara miskin.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat (4/11/2022) mengatakan negara miskin seperti Djibouti, Somalia dan Sudan sangat membutuhkan bantuan makanan.

Erdogan mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberi persetujuan atas rencana itu.

Dikatakan, Putin telah menyampaikan hal itu selama percakapan telepon.

"Kami harus mengirim gandum gratis ke negara-negara seperti Djibouti, Somalia dan Sudan," ujarnya.

"Kami telah setuju," kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi.

Baca juga: Rusia Akhirnya Kembali Izinkan Ekspor Biji-Bijian Ukraina, Enam Kapal Tinggalkan Pelabuhan Odessa

“Kami sepakat untuk membahas ini secara luas pada KTT G20” di Indonesia," tambahnya.

"Kami akan memastikan pengiriman biji-bijian mencapai semua negara yang membutuhkan," tegasnya.

"Terutama Somalia, Djibouti dan Sudan, yang sedang berjuang dengan krisis pangan dan kelaparan yang serius," jelas Erdogan.

Rusia kembali ke kesepakatan gandum minggu ini yang memungkinkan ekspor Ukraina melewati Laut Hitam.

Perjanjian Juli, yang ditengahi oleh PBB dan Turkiye, akan diperbarui pada 19 November 2022, tiga hari setelah KTT G20 berakhir di Bali.

Putin telah berulang kali mengkritik perjanjian tersebut.

Pada Kamis (3/11/2022), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan tidak akan ambil bagian dalam G20 jika Putin hadir.

Baca juga: Presiden Ukraina Sebut Kebijakan Rusia Tidak Masuk Akal, Hentikan Kesepakatan Ekspor Biji-Bijian

Pemimpin Rusia belum mengkonfirmasi apakah dia akan melakukannya atau tidak.

Salah satu pengekspor biji-bijian terbesar di dunia, Ukraina terpaksa menghentikan hampir semua pengiriman setelah Rusia menginvasi negara itu pada 24 Februari 2022.

Putin menegaskan biji-bijian telah dikirim ke negara-negara Eropa, buka ke negara- negara miskin.

Ukraina dan negara-negara Eropa membantah tuduhan tersebut.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved