Breaking News:

Berita Banda Aceh

Jalan T Nyak Arief Kembali Berlumpur Tanah Proyek Gedung Keuangan Aceh, Dewan Minta Petugas Disiaga

material yang jatuh dari truk atau ban truk telah membentuk bongkahan-bongkahan tanah yang menempel di atas badan jalan.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Setelah ditegur, pihak kontraktor membersihkan Jalan T Nyak Arief, Jeulingke, Banda Aceh, Sabtu (5/11/2022) 

material yang jatuh dari truk atau ban truk telah membentuk bongkahan-bongkahan tanah yang menempel di atas badan jalan.

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Setelah sempat terlihat bersih dari material dalam beberapa minggu terakhir, Jalan Teuku Nyak Arief tepatnya di kawasan Jeulingke dan Kota Baru, kembali dipenuhi tanah dan lumpur yang berasal dari proyek gedung keuangan Aceh.

Pada awal Oktober lalu, tumpukan lumpur di badan jalan itu sempat disorot oleh warga hingga DPRK Banda Aceh.

Kontraktor pun akhirnya mencuci ban truk masuk material saat akan keluar ke jalan umum. Namun ternyata kondisi itu tak berlangsung lama, kini truk pengangkut material kembali mengotori badan jalan.

Amatan Serambinews.com, Sabtu (5/11/2022), material yang jatuh dari truk atau ban truk telah membentuk bongkahan-bongkahan tanah yang menempel di atas badan jalan.

Jika cuaca panas, maka akan menyebabkan debu beterbangan. Sejumlah warga pun mengaku nyaris kecelakaan akibat bongkahan tanah tersebut.

Jika cuaca hujan, malah membuat jalan berlumpur. 

Baca juga: Masih Mengotori Jalan, Kadishub Banda Aceh Datang Pengawas Proyek BPKA Kabur

Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST meminta pihak Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh dan Satlantas Polresta Banda Aceh menempatkan personel di gerbang proyek gedung Badan Pengelola Keuangan Aceh (BPKA) tersebut.

Tujuannya agar truk yang dalam kotor tidak diperbolehkan keluar ke jalan umum.

“Saya minta Dishub dan Satlantas tempatkan personel di  muka gerbang proyek. Jangan izinkan truk-truk proyek itu keluar ke jalan raya kalau belum dibersihkan. Itu kan di jalan utama, tempat berada kantor-kantor penting, kalau tamu luar lewat kan bikin malu,” ujar Irwansyah.

Katanya, truk itu tidak menjalani SOP proyek, sehingga bisa menyebabkan material proyek berserakan ke badan jala, kondisi itu membahayakan pengguna jalan.

Ia pun mempertanyakan peran pengawas proyek, karena meski sudah ditegur sebulan lalu, kini kesalahan itu kembali terulang.

Baca juga: VIDEO Pemko Banda Aceh Ancam Hentikan Proyek Pembangunan Gedung BPKA Jika Tak Patuh

Irwansyah mengaku heran dengan pihak kontraktor dan pihak terkait lainnya. Pasalnya untuk proyek bernilai puluhan miliar rupiah, tapi masalah tanah yang menempel di ban truk dan mengganggu warga tidak bisa diselesaikan.

Oleh karena itu ia meminta kontraktor untuk membersihkan tanah bekas roda di aspal Jalan T Nyak Arief itu. Pasalnya lumpur dari roda truk tersebut sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas karena sepeda motor sangat berisiko tergelincir.

“Harusnya kontraktor proyek tersebut malu, masak proyek puluhan miliar tapi pekerjaan dasar, membersihkan ban truk dari lumpur saja tidak mampu.

Harus punya rasa kemanusian jangan membuat kotoran lumpur di jalan protokol yang bisa mengakibatkab warga kecelakaan dan mudharat,” tutup Irwansyah. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved