Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Mantan Pj Kepala Desa Dituntut 5 Tahun, Kembalikan Uang Pengganti Rp 236 Juta

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara, menuntut lima tahun penjara bagi Sumardin, mantan Pj Kepala Desa Terutung Kute

Editor: bakri
Dok Humas
Terdakwa Sumardin kasus korupsi dana desa di Desa Terutung Kute Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara sedang mengikuti sidang secara online atau virtual dari Lapas kelas II B Kutacane 

KUTACANE - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara, menuntut lima tahun penjara bagi Sumardin, mantan Pj Kepala Desa Terutung Kute'> Desa Terutung Kute, Kecamatan Darul Hasanah, terdakwa kasus korupsi dana desa.

Terdakwa juga diminta untuk mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 236 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara, Syaifullah SH MH melalui Kasi Pidsus Dedet Darmadi SH MH, mengatakan, terdakwa Sumardin secara sah dan menyakinkan menurut hukum terbukti bersalah melakukan tindak pi dana korupsi atas penggunaan dan pengelolaan dana desa.

“Terdakwa dituntut selama 5 tahun penjara," kata Kasi Pidsus Kejari Aceh Tenggara.

Tuntutan itu dibacakan pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh, Jumat (4/11/2022).

Dikatakan, terdakwa Sumardin merupakan mantan penjabat (Pj) Kepala Desa Terutung Kute'> Desa Terutung Kute, Kecamatan Darul Hasanah.

Dalam sidang, JPU menuntut terdakwa membayar uang denda Rp 200 juta, apabila tak dibayarkan maka ditambahi kurungan tiga bulan.

Kemudian terdakwa juga dituntut harus mengembalikan uang pengganti senilai Rp 236.956.026.

Baca juga: Ini 17 Gampong di Lhokseumawe yang Telah Cairkan Dana Desa Tahap Tiga

Baca juga: Kapolres Aceh Jaya Ingatkan Keuchik Tidak Gunakan Dana Desa untuk Politik

"Jika uang pengganti tidak dibayar, maka harta bendanya akan disita atau ditambahi masa tahanan penjara selama 2 tahun 6 bulan," kata Dedet Darmadi.

Persidangan akan dilanjutkan 18 November 2022 dengan agenda pledoi atau pembelaan dari terdakwa.

Seperti diketahui, pada kasus dugaan korupsi dari anggaran dana desa tahun 2021 senilai Rp 700 juta lebih, ternyata setelah dilakukan perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) oleh auditor Inspektorat Aceh Tenggara ditemukan kerugian Rp 236 juta.

Temuan kerugian itu dari beberapa kegiatan serta proyek fisik pada penggunaan dana desa tahun 2021.

Dimana, tim penyidik kejaksaan ada temukan pengunaan dana desa Terutung Kute pada beberapa kegiatan serta proyek fisik yang tidak sesuai peraturan berlaku dan bahkan terbukti mengarah fiktif. (as)

Baca juga: Polres Aceh Besar Tahan Mantan Keuchik Piyeung Lhang, Diduga Korupsi Dana Desa, Begini Kasusnya

Baca juga: Diduga Korupsi Dana Desa, Mantan Datok Penghulu dan Bendahara Tanjung Seumantoh Ditahan Jaksa

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved