Breaking News:

Luar Negeri

Dihukum Seumur Hidup, Pelaku Penembakan Masjid Christchurch yang Tewaskan 51 Orang Naik Banding

Aksinya dilakukan setelah jemaah selesai shalat Jumat dan disiarkan langsung. Korbannya termasuk anak-anak, perempuan, dan orang tua.

Editor: Faisal Zamzami
JOHN KIRK-ANDERSON / POOL / AFP
Teroris berkebangsaan Australia Brenton Tarrant menghadiri hari pertamanya di pengadilan di Christchurch pada 24 Agustus 2020. - Tarrant, yang membunuh 51 Muslim dalam penembakan di masjid-masjid Selandia Baru tahun lalu tidak menunjukkan emosi ketika sidang hukumannya dibuka, Senin (24/8/2020). 

SERAMBINEWS.COM, CHRISTCHURCH - Brenton Tarrant, pelaku penembakan masjid Christchurch di Selandia Baru yang menewaskan 51 orang di dua lokasi berbeda, pada Selasa (8/11/2022) mengajukan banding atas hukuman penjara seumur hidup.

Supremasis kulit putih asal Australia tersebut menembaki orang-orang di dua masjid Selandia Baru pada Maret 2019 menggunakan senjata semi-otomatis.

Aksinya dilakukan setelah jemaah selesai shalat Jumat dan disiarkan langsung. Korbannya termasuk anak-anak, perempuan, dan orang tua. 

Tarrant pada 2020 mengaku bersalah atas 51 tuduhan pembunuhan dan 40 percobaan pembunuhan. 

Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

Ini merupakan kali pertama hukuman penjara seumur hidup dijatuhkan di Selandia Baru.

"Banding terhadap vonis dan hukuman telah diajukan," kata Liz Kennedy, juru bicara di Kantor Ketua Mahkamah Agung Selandia Baru, dikutip dari kantor berita AFP pada Selasa (8/11/2022).

Saat vonis pada Agustus 2020, Hakim Cameron Mander mengatakan bahwa hukuman dijatuhkan seberat mungkin atas tindakan tidak manusiawi Brenton Tarrant dalam penembakan masjid Christchurch.


"Kejahatan Anda sangat berat, bahkan jika Anda ditahan sampai mati, itu tidak akan menghabiskan persyaratan hukuman dan pengaduan," kata Mander saat itu.

Pengacara Brenton Tarrant yaitu Tony Ellis mengeklaim, kliennya mengaku bersalah karena di bawah tekanan sehingga memutuskan itu jalan keluar paling sederhana.

Penembakan masjid Christchurch di Selandia Baru ditayangkan Brenton Tarrant secara livestream selama 17 menit.

 Facebook langsung menghapus 1,5 juta video duplikasinya dalam 24 jam pertama.

Baca juga: Brenton Tarrant, Terdakwa Pembunuhan 51 Muslim Dihukum Seumur Hidup tanpa Pembebasan Bersyarat

Warga Bersorak dan Tabur Bunga Saat Penembak Masjid Christchurch Dipenjara Seumur Hidup

 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved