Breaking News:

Pilpres 2024

Jokowi Sebut Prabowo Jatah Presiden Berikutnya, PDIP: Hanya Pujian, Bukan Dukungan

Hasto menilai ucapan tersebut hanya sebuah pujian dari Jokowi kepada Menteri Pertahanan itu yang akan menjadi bakal capres di pesta demokrasi nanti.

Editor: Faisal Zamzami
Biro Pers Sekretariat Presiden-Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di acara Indo Defence 2022 Expo & Forum yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Rabu, 2 November 2022. 

SERAMBINEWS.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto buka suara terkait Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menyebut Pilpres 2024 merupakan jatah dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hasto menilai ucapan tersebut hanya sebuah pujian dari Jokowi kepada Menteri Pertahanan itu yang akan menjadi bakal capres di pesta demokrasi nanti. 

 "Pak Jokowi menaungi dan tentunya partai politik untuk saling memuji, saling membangun harapan dalam kontestasi menuju Pilpres 2024," kata Hasto Kristiyanto saat dihubungi, Rabu (9/11/2022).

Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto mengaku tahu persis seperti apa suasana saat Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyatakan bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 "jatah" bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pasalnya, Hasto turut hadir dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Perindo, saat Jokowi mengucapkan hal tersebut.

Menurut Hasto, Jokowi mengatakan itu dalam suasana membangun kegembiraan dan harapan jelang Pemilu 2024. Apalagi, ucapan itu dilontarkan dalam acara perayaan ulang tahun partai politik.

"Kan namanya HUT Perindo, HUT Partai kan dalam suasana kegembiraan, dan kemudian Pak Jokowi menaungi dan tentunya parpol (partai politik) untuk saling memuji, saling membangun harapan dalam kontestasi menuju Pilpres 2024," kata Hasto saat dihubungi wartawan, Rabu (9/11/2022).

Selain memuji Prabowo, Jokowi juga menyebutkan proses kemenangannya pada Pilpres 2014 dan 2019.

Jokowi, kata Hasto, juga meminta maaf kepada Prabowo karena berhasil mengalahkannya sebagai lawan politik pada pelaksanaan dua pilpres tersebut.

"Karena menang 2 kali, di situlah lalu beliau bicara bahwa next itu adalah jatahnya Pak Prabowo," ucap dia.

Atas dasar itu, Hasto beranggapan bahwa ucapan Jokowi adalah upaya untuk saling memuji selepas dinamika pilpres.

Menurutnya, ucapan itu tidak diartikan sebagai bentuk dukungan Jokowi pada Prabowo.

"Kita tahu bahwa untuk menjadi presiden, itu rakyat yang menentukan," tutur Hasto.

"Capres-cawapres yang mendukung kan rakyat melalui dukungan 50 persen plus 1 dan harus tersebar di 20 provinsi," ujarnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved