Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Demi Pugar Makam Pahlawan Nasional Cut Meutia, Kapolres Bersama Personel Rela Susuri Sungai Satu Jam

Untuk mencapai lokasi makam, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto dan Waka Polres, Kompol Dedy serta rombongan harus menyusuri sungai dan hutan.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Foto dok Polres Lhokseumawe
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto bersama personel melakukan pemugaran Makam Pahlawan Nasional Cut Meutia, di kawasan hutan Alue Rime, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara. 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Kapolres Lhokseumawe bersama puluhan personelnya, beserta prajurit TNI AU, dan Kejari Lhokseumawe, memperbaiki lantai keramik, dinding dan sejumlah fasilitas di Makam Pahlawan Nasional, Cut Meutia yang rusak. 

Pemugaran makam salah satu tokoh pejuang wanita asal Aceh tersebut dilakukan dalam rangka menyambut peringatan Hari Pahlawan 10 November.

Untuk mencapai lokasi makam, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto dan Waka Polres, Kompol Dedy serta seluruh personel harus menyusuri sungai dan hutan.

Tak hanya itu, rombongan juga menerobos semak belukar, menyeberang sungai, serta menyusuri jalan terjal dan berlumpur sejauh hampir 30 kilometer, demi cintanya kepada Sang Pahlawan.

Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto. 

Tujuannya ke situ mengusung misi mulia, di mana lantai dan dinding Makam Pahlawan Nasional Cut Meutia yang telah rusak hendak diperbaiki kembali.

Baca juga: VIDEO - 12 Jam TNI Menembus Hutan, Demi Rehab Makam Cut Meutia yang Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Selain itu, kehadiran mereka juga untuk membersihkan areal makam yang berada di tengah hutan belantara Alue Rime, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara.

Saat ke lokasi, rombongan menggunakan motor trail dan sebagian dengan mobil double cabin, dan satu mobil jonder.

Rombongan dipandu oleh personel TNI AU Satuan Satradar 231 Lhokseumawe, Kapten Tek Agus TP. 

Meski suasana hujan, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat rombongan untuk berhenti melangkah. 

Sementara jalan menuju Makam Cut Meutia yang teraspal hanya sekitar 25 kilometer, dari Kecamatan Pirak Timu sampai ke Gunung Angkop dan jembatan gantung. 

Selanjutnya, dari Kecamatan Pirak Timu ke Gunung Angkop memakan waktu selama tiga jam karena kondisi kala itu sedang hujan dan berlumpur, sehingga banyak kenderaan yang terjebak. 

Baca juga: Terkait Pembangunan Jalan ke Makam Cut Meutia, Warga Minta Dilakukan Pengerasan Hingga Sampai Lokasi

Sementara dari jembatan gantung sampai ke Makam Cut Meutia harus meyusuri sungai selama satu jam. 

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto mengakui, bahwa kegiatan pugar Makam Pahlawan itu telah dilaksanakan pada Sabtu 22 Oktober 2022 lalu, yaitu dalam rangka menyambut Hari Pahlawan Nasional yang jatu pada 10 November 2022. 

“Tidak semua orang dapat menembus hutan belantara menuju Makam Cut Nyak Meutia, banyak yang kembali dan kesasar,” beber Kapolres. 

“Jadi saya benar-benar menikmati perjalanan itu, dan kelelahan tersebut terbayar ketika sampai ke makam dan bisa perbaiki dan berdoa bersama,” pungkasnya.(*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved