Breaking News:

Info Distanbun Aceh

Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan, Ujung Tombak Pengawalan Keamanan Pangan

Program dem area budidaya tanaman sehat (BTS) merupakan program dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: IKL
For Serambinews
Petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) sedang melakukan Gerdal (Gerakan Pengendalian) hama wereng coklat di Pidie 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Di tengah kencangnya upaya Dinas Pertanian dan Perkebunan ( Distanbun) Aceh, terdapat peran Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) yang sangat sentral untuk menyukseskan program ini.

Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Zulfadli SP, MP mengatakan, program dem area budidaya tanaman sehat (BTS) merupakan program dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI.

UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (BPTPHP) sebagai pelaksana di provinsi menugaskan POPT wilayah tersebut untuk mengawal kegiatan tersebut.
UPTD ini adalah salah satu dari empat UPTD yang berada di bawah Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yang memiliki peran strategis untuk mengamankan produksi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim (DPI).

Baca juga: Kementerian Pertanian RI Terbit Tanda Daftar Varietas Tanaman untuk Salak Sabang

Secara struktur organisasi UPTD BPTPHP dipimpin oleh Kepala UPTD BPTPHP dan dibantu oleh Kasubbag Tata Usaha dan dua orang Kasie Teknis yaitu Kasie Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Kasie Proteksi Perkebunan.

Daerah swadaya petani Kelompok Karya Tani, Desa Kampung Baru 77, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah
Daerah swadaya petani Kelompok Karya Tani, Desa Kampung Baru 77, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah (For Serambinews)

Selain itu terdapat juga kelompok jabatan fungsional sebanyak 20 orang. Mengingat peran strategisnya yaitu menjaga keamanan produksi pertanian di 23 kab/kota di Aceh maka dibentuklah unit wilayah kerja yang berada di bawah koordinasi empat Laboratorium Pengamat Hama Penyakit Tanaman Pangan dan Hortikultura (LPHP TPH) yang berada di empat titik lokasi.
Zulfadli menjelaskan, setiap lokasi menjadi pusat koordinasi semua kegiatan proteksi TPH dan Petugas POPT berdasarkan wilayah kerjanya yaitu LPHP Keumala di Pidie, membawahi 5 kabupaten. Lalu LPHP Pulo Ie di Nagan Raya membawahi kabupaten/kota. LPHP Peureulak di Aceh Timur mebawahi tujuh kabupaten/kota dan LPHP Banda Aceh membawahi empat kabupaten/kota). Selain itu juga ada satu Laboratorium Perkebunan yang berlokasi di Banda Aceh.

Seperti halnya penyuluh, kata Zulfadli, petugas POPT juga ditempatkan di BPP sebagai petugas yang mengawal keamanan produksi pangan dari serangan OPT dan DPI.
Saat ini di Provinsi Aceh terdapat 150 petugas POPT yang idealnya memiliki wilker di setiap kecamatan. Namun minimnya jumlah POPT dibandingkan jumlah kecamatan sebanyak 289 kecamatan di Aceh, membuat satu petugas POPT harus bertanggung jawab di beberapa kecamatan.

Baca juga: Budidaya Tanaman Sehat Padi Mendulang Emas

Petugas POPT tunduk pada LPHP wilayahnya. Mereka memiliki tugas mulia selain sebagai pengawal keamanan produksi mereka juga harus menjadi agen perubahan di masyarakat petani.
POPT menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang ramah lingkungan dalam mendampingi petani. Penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman adalah pilihan terakhir yang diterapkan jika produksi tanaman secara ambang ekonomi sudah terancam.
Konsep PHT mengharuskan LPHP TPH dan Perkebunan untuk mampu memproduksi dan mengedukasi POPT dengan cara memproduksi pestisida non kimia baik untuk penyakit tanaman maupun serangan hama.

Saat ini setiap LPHP mampu menyiapkan pestisida hayati dan pestisida nabati untuk mengendalikan serangan OPT di wilayahnya. Apalagi saat ini sudah ada 10 poktan perintis di 8 kabupaten yang dibina oleh petugas LPHP agar mampu membuat dan menghasilkan pestisida non kimia secara swadaya. Program pemberdayaan poktan ini dinamakan P4HT yaitu pemberdayaan Petani dalam Pemasyarakatan PHT. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved