Breaking News:

Berita Aceh Selatan

Polres Limpahkan Perkara ke Kejari Kasus Korupsi Dana Desa Lhok Raya

Polres Aceh Selatan telah merampungkan berkas perkara tindak pidana kasus korupsi dana Desa Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ILHAMI SYAHPUTRA
Kapolres Aceh Selatan AKBP Nova Suryandaru didampingi Waka Polres, Kompol Iswar, Kasat Reskrim, Iptu Deno Wahyudi dan Kanit Tipikor, Aipda Hendra Sasmita memperlihatkan barang bukti dan tersangka saat Konferensi pers di Aula Serbaguna Bharada Daksa, Rabu (9/11/2022) 

TAPAKTUAN - Polres Aceh Selatan telah merampungkan berkas perkara tindak pidana kasus korupsi dana Desa Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, tahun anggaran 2019 dan 2020.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Nova Suryandaru, SIK mengatakan, semua berkas dan barang bukti kasus korupsi dana Desa Lhok Raya yang menjerat Kepala Desa berinisial MM (47) dan Bendahara SM (31) tersebut akan segera dilimpahkan ke kejaksaan negeri.

"Semua berkas dan barang bukti sudah siap, kita akan melimpahkan kasus ini Kamis (10/11/2022) ke kejari," kata Kapolres didampingi Waka Polres, Kompol Iswar, Kasat Reskrim, Iptu Deno Wahyudi dan Kanit Tipikor, Aipda Hendra Sasmita saat konferensi pers di Aula Serbaguna Bharada Daksa, Rabu (9/11/2022).

Sebelumnya, pada sekitar bulan November tahun 2021, untuk menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat, Unit ldik tiga tindak pidana korupsi Sat Reskrim Polres Aceh Selatan melakukan penyelidikan terkait penyelewengan dan penyalahgunaan Dana Desa Lhok Raya Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, tahun anggaran 2019 dan 2020.

Tim penyidik mendapatkan fakta-fakta bahwa pada tahun 2019 Desa Lhok Raya tersedia alokasi anggaran sebesar Rp 1.055.548.490 dan tahun 2020 sebesar Rp 1.018.106.467, bersumber dari APBN, APBK, Retribusi Daerah dan bagi hasil pajak.

"Dari hasil penyelidikan selama tujuh bulan tim penyidik menemukan dan menyimpulkan peristiwa pidana korupsi berdasarkan alat bukti permulaan yang cukup berupa keterangan saksi, bukti dokumen, keterangan ahli teknis dan auditor serta hasil observasi di lapangkan bahwa pada tahun 2019 dan 2020 terhadap kegiatan dana Desa Lhok Raya ditemukan adanya tindak pidana,” katanya Kapolres mengatakan bahwa tindak pidana tersebut dilakukan dengan cara melakukan perbuatan membuat pertanggungjawaban fiktif belanja operasional dan belanja modal serta beberapa kegiatan tidak terlaksana, kekurangan volume pekerjaan dan kelebihan bayar kegiatan fisik/konstruksi dan terdapat pajak negara serta pajak daerah yang tidak disetor.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan dari hasil penyidikan benar telah terjadi tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang pada pengelolaan dana Desa Lhok Raya tahun anggaran 2019 dan 2020 yang dilakukan oleh oknum kepala desa berinisial MM (47) dan Bendahara Desa Lhok Raya berinisial SM. (l)

Baca juga: 2023, Dana Desa untuk Kota Lhokseumawe Bertambah Rp 5,8 M, Penyaluran DD Tahap 2 Tahun 2022 Tuntas

Baca juga: Kasus Korupsi Dana Desa di Pidie, Eks Keuchik dan Bendahara Gampong Adan Jadi Tersangka

Baca juga: Kejari Tahan Mantan Kades Istiqomah Terkait Korupsi Dana Desa

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved