Video
VIDEO VIRAL Diduga Fenomena Alam Microburst di Stadion Wibawa Mukti Bekasi, Ternyata Talang Bocor
Hanya saja, untuk peristiwa di Stadion Wibawa Mukti bisa dipastikan terjadi akibat talang saluran air patah.
SERAMBINEWS.COM, CIKARANG TIMUR - Hujan menyerupai air terjun di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi ternyata bukan fenomena alam melainkan air talang bocor.
Hal ini disampaikan Kapolsek Cikarang Timur AKP Bambang Krisnadi, pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi.
Paralon yang patah lanjut, menyebabkan air yang turun dari atap stadion meluncur ke bawah dengan deras.
Peristiwa tersebut bukan terjadi hanya sekali, saat pihaknya melakukan pengecekan hujan laiknya air terjun kembali terjadi karena paralon belum diperbaiki.
Pihaknya kata Bambang, tidak membantah telah terjadi fenomena downburst seperti yang dijelaskan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Baca juga: VIDEO VIRAL Rekaman Fenomena Microburst di Langit Bekasi, Turun Seperti Air Terjun Saat Hujan Deras
Baca juga: VIDEO - Fenomena Alam Awan Arcus Kembali Terlihat di Langit Meulaboh
Baca juga: VIDEO Fenomena Alam Angin Puting Beliung Serta Hujan dan Petir Rusak Rumah Warga di Subulussalam
Hanya saja, untuk peristiwa di Stadion Wibawa Mukti bisa dipastikan terjadi akibat talang saluran air patah.
Sementara, Senior Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Reifda Novikarany berbicara soal fenomena downburst saat dimmintai tanggapan soal hujan di Stadion Wibawa Mukti itu.
Dia menjelaskan, downburst tercipta akibat awan jenis cumulonimbus yang muncul di sekitar lokasi dan disertai hujan.
Fenomena ini berbeda dengan angin puting beliung, meski keduanya sama-sama berasal dari jenis awan cumulonimbus.
Fenomena ini kata Reifda, cukup sulit dideteksi karena terjadi dalam waktu yang singkat dan melanda satu titik tempat atau hujan lokal.
Baik downburst atau angin puting beliung, sama-sama memiliki daya rusak sehingga masyarakat wajib waspada selama masa cuaca ektrem.
Apalagi ketika melihat awan gelap dan menjulang tinggi, karena jenis awan tersebut dapat dipastikan jenis cumulonimbus. (TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar)
Sumber: Tribun Jakarta
Video Editor: @thesisuryadi
Narator: @ansyitaa