Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Wartawan Langsa Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Ancaman Bunuh Dialami Wartawan Aceh Tengah

"Kita meminta aparat Polres Aceh Tengah mengusut tuntas kasus ancaman bunuh yang dialami rekan kita (Jurnalisa) di Aceh Tengah ini," tegas Syukri Asma

Penulis: Zubir | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Sebagai bentuk solidaritas, Wartawan Kota Langsa mengecam tindakan pengancaman (ancaman bunuh) oleh oknum pengawas dalah satu proyek di Aceh Tengah terhadap seorang wartawan Aceh Tengah, Jurnalisa. Para awak media meminta agar polisi mengusut kasus tersebut 

Laporan Zubir | Langsa 

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Sebagai bentuk solidaritas, Wartawan Kota Langsa mengecam tindakan peng ancaman ( ancaman bunuh) oleh oknum pengawas dalah satu proyek di Aceh Tengah terhadap seorang wartawan Aceh Tengah, Jurnalisa.

"Kita meminta aparat Polres Aceh Tengah mengusut tuntas kasus ancaman bunuh yang dialami rekan kita (Jurnalisa) di Aceh Tengah ini," tegas Syukri Asma, salah satu wartawan di Kota Langsa yang juga Direktur LSM Bening ini, Jumat (11/11/2022).

Seperti yang telah dilaporkan di Serambinews.com, seorang wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Aceh Tengah bernama Jurnalisa membuat pengaduan ke polisi karena diancam bunuh oleh seorang oknum pengawas proyek di kabupaten tersebut.

Jurnalisa yang juga Penasihat PWI Aceh Tengah itu merupakan Wartawan Harian Rakyat Aceh.

Baca juga: Wartawan di Aceh Tengah Diancam Bunuh oleh Oknum Pengawas Proyek, Ini Tanggapan PWI Aceh

Pria kelahiran 5 April 1973 itu tinggal bersama keluarganya di Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah. Kasus itu sendiri terjadi Kamis, 10 November 2022 sekitar pukul 19.55 WIB.

Beberapa saat setelah mengalami peng ancaman itu, Jurnalisa melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin.

“Ya, kita sudah terima laporan secara lisan dari Jurnalisa mengenai peng ancaman yang dialaminya.

Kita arahkan dia mengadu ke polisi,” kata Nasir didampingi Wakil Ketua PWI Aceh Bidang Pembelaan Wartawan, Azhari kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Jumat (11/11/2022) pagi.

Jurnalisa meyakini kasus peng ancaman terhadapnya terkait pemberitaan masalah proyek pembangunan Pasar Rejewali Sejahtera di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah yang sudah tayang di media online kabargayo.

Berita yang sama bahkan sudah dikirim Jurnalisa ke media cetak Harian Rakyat Aceh

Baca juga: Kisah Anak Petani, Dinyatakan Gugur Seleksi Polwan Padahal Raih Peringkat 3 Seleksi Pantukhir

Menurut Jurnalisa, ia sudah melakukan tugas sebagai wartawan sesuai dengan ketentuan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Bahkan sudah berusaha meminta konfirmasi kepada pihak yang terkait namun ketika dihubungi melalui telepon tidak direspons.

Menurut Syukri Asma, tindakan pengancaman tersebut tidak boleh dibiarkan, aparat Kepolisian diharapkan segera mengusut tuntas untuk menindak tegas pelaku pengancaman tersebut.

Baca juga: Jumat Curhat, Kapolres Aceh Singkil Terima Keluhan Langsung Warga di Warung Kopi

Apalagi, peng ancaman bunuh itu dilakukan pelaku dengan cukup bar-bar, yaitu di depan istri korban Jurnalisa, di rumahnya Kamis (10/11/2022) kemarin. 

Hal tersebut tentu tidak dapat dibiarkan karena ini menyangkut nyawa dan juga eksistensi profesi wartawan yang dilindungi oleh Undang-undang Nomor 40 Tentang  Kemerdekaan Pers.

"Kita mengutuk keras ancaman bunuh dilakukan oknum tersebut, kita berharap kasus ini bisa ditanggapi cepat oleh aparat penegak hukum guna memberikan rasa aman kepada korban," tutup Syukri. (*)

Baca juga: Video Viral Wanita Kebaya Merah Icha Ceeby Gunakan Akun Alter Twitter untuk Posting Konten Panas

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved