Breaking News:

Imbas Harga Susu Naik, Produk Roti hingga Mentega di Korea Selatan Melonjak Drastis

Seoul Dairy Cooperative, pemasok susu dan produk susu terbesar di Korea Selatan baru mengumumkan rencana menaikkan harga susu...

Editor: Eddy Fitriadi
Freepik/@jcomp
Ilustrasi susu. Imbas Harga Susu Naik, Produk Roti hingga Mentega di Korea Selatan Melonjak Drastis. 

SERAMBINEWS.COM - Masyarakat Korea Selatan ( Korsel) mungkin akan menghadapi kenaikan harga pada roti, mentega, dan produk susu lainnya, dan bisa berdampak pada kenaikan susu yang cukup tinggi.

Seoul Dairy Cooperative, pemasok susu dan produk susu terbesar di Korea Selatan baru mengumumkan rencana menaikkan harga susu dan produk susu hingga 6 persen mulai Kamis depan.

Dilansir dari www.koreaherald.com, Minggu (13/11/2022), Maeil Dairy dan Namyang Dairy menyampaikan kenaikan harga masing-masing sebesar 9,6 persen dan 8,7 persen, menaikkan harga 900 mililiter susu menjadi 2.860 won dan satu liter susu menjadi 2.880 won.

Lonjakan harga susu kemungkinan akan menaikkan harga roti dan kopi, serta mentega, keju, krim serta produk susu lainnya.

"Saya menghabiskan sekitar 300.000 hingga 400.000 won sebulan untuk membeli susu untuk membuat latte dan minuman berbahan dasar susu. Saya tidak berani menaikkan harga karena takut kehilangan pelanggan. Membeli susu steril yang hemat biaya adalah satu-satunya hal yang bisa saya lakukan," kata seorang pemilik kedai kopi bermarga Lee, yang menjalankan sebuah toko di Gunpo, Provinsi Gyeonggi.

Kenaikan harga susu yang dilakukan oleh perusahaan susu terjadi saat Komite Susu Korea, sebuah organisasi swasta yang mengawasi distribusi susu mentah yang adil, memutuskan untuk menaikkan harga 1 liter susu mentah sebesar 49 won pada 4 November lalu.

"Meningkatnya biaya logistik dan energi, serta melemahnya won Korea juga menambah tekanan pada perusahaan untuk menaikkan harga," kata sumber yang tak mau disebutkan.

Selain itu, konsumsi susu secara keseluruhan menyusut, sementara susu domestik kehilangan daya saingnya terhadap susu impor yang murah dan menembus pasar susu lokal.

Menurut laporan dari politisi Eo Gi-ku, tingkat konsumsi susu domestik menurun dari 48,1 persen pada 2020 menjadi 45,7 persen pada tahun lalu.

Jika dibandingkan 10 tahun lalu, angka tersebut menunjukkan penurunan besar dari 62,8 persen, sedangkan pangsa pasar susu impor melonjak dari 37,2 persen menjadi 54,3 persen.

Menurunnya permintaan susu lokal telah menyebabkan kinerja perusahaan susu domestik menjadi kurang baik.

Purmil, produsen susu yang sebelumnya dimiliki oleh Lotte Group, mengatakan pada Kamis lalu bahwa mereka akan mengurangi 30 persen tenaga kerjanya, dengan alasan perlunya meningkatkan efisiensi manajemen.

Pengumuman ini disampaikan sekitar sebulan setelah perusahaan tersebut mengatakan akan memberhentikan 360 stafnya.

Ini tentunya memicu kemarahan dari serikat pekerja perusahaan dan sekitar 500 toko ritel.

Kementerian Pertanian, Pangan dan Pedesaan Korsel pada 4 November lalu meminta perusahaan makanan untuk menahan diri agar tidak memaksakan kenaikan harga secara drastis pada produk makanan yang menggunakan susu.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Lonjakan Harga Susu di Korsel Diperkirakan akan Menaikkan Harga Roti, Kopi dan Mentega"

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved