Breaking News:

Berita Pidie

Di Pidie, Wali Nanggroe Berpesan: Kita Harus Berdamai dengan Lingkungan Cegah Bencana

"Efek bencana alam akan timbul penyakit, angka kriminal dan lingkungan terganggu. Maka kita harus bersama-sama menjaga kekayaan alam kita

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar (tengah), Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto MSi dan pejabat lainnya berfoto bersama di Pendopo Bupati Pidie, Senin (14/11/2022) malam. 

"Efek bencana alam akan timbul penyakit, angka kriminal dan lingkungan terganggu. Maka kita harus bersama-sama menjaga kekayaan alam kita

Laporan Nur Nihayati  |  Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Untuk mencegah terjadinya bencana salah satunya harus berdamai dengan lingkungan.

Menjaga kelestarian hutan dari pembalakan liar hingga menjaga satwa-satwa yang dilindungi supaya kehidupannya tidak terganggu.

"Efek bencana alam akan timbul penyakit, angka kriminal dan lingkungan terganggu. Maka kita harus bersama-sama menjaga kekayaan alam kita," ujar Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al-Haytar di sela-sela jamuan makan malam bersama Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto MSi di Pendopo Bupati Pidie, Senin (14/11/2022) malam.

Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto, Sekda Pidie H Idhami MSi saat jamuan makan maalam di Pendopo Bupati Pidie, Senin (14/11/2022).
Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto, Sekda Pidie H Idhami MSi saat jamuan makan maalam di Pendopo Bupati Pidie, Senin (14/11/2022). (SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI)

Turut hadir pada kesempatan itu, Sekda Pidie H Idhami MSi, Wakapolres Pidie Kompol Muhammad Taufik SIK, Asisten II Tarmizi MSi, Asisten III Sayuthi MM dan pejabat terkait lainnya.

Di sisi lain, Wali Nanggroe juga memprihatinkan adanya warga Pidie yang meninggal dunia diinjak gajah beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, gajah salah satu satwa yang memiliki naluri tinggi yang perlu cara mengatasinya dengan tidak melukai.

Maka itu ia berpesan supaya pemerintah juga bisa melakukan cara damai tanpa merusak kehidupan.

Ia juga menegaskan untuk bersama-sama menjaga hutan Aceh dari kerusakan akibat pembalakan liar.

“Kekayaan ini menjadi masa depan anak dan cucu kita. Sama-sama kita menjaga apa yang Allah berikan kepada kita kekayaan alam yang luar biasa, jangan kita rusak,” kata Malik Mahmud.

Ia menjelaskan saat ini Aceh masih menjadi daerah yang memiliki sebaran hutan terluas di Sumatera, dengan beragam keanekaragaman.

Terutama satwa kunci harimau sumatera, gajah sumatera, badak sumatera dan orangutan sumatera.

“Yang terjadi saat ini jumlah satwa liar itu kini kian berkurangan disebabkan kehilangan habitat dan perburuan,” katanya.

Ia menyebut jutaan hektare luas hutan itu merupakan potensi kekayaan alam Aceh yang saat ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved