Breaking News:

Berita Kutaraja

Dosen Prodi Perpustakaan Fakultas Adab UIN Ar-raniry Raih Gelar Doktor Bidang Pendidikan Agama Islam

Sidang promosi doktor tersebut dipimpin oleh Ketua Sidang Prof Dr T Zulfikar, MEd dan Dr Silahuddin, MAg sebagai sekretaris.

Penulis: Subur Dani | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Zubaidah resmi menyandang gelar doktor bidang Pendidikan Agama Islam setelah mengikuti sidang promosi doktor di Aula Lantai III, Gedung Pascasarjana kampus tersebut, Selasa (15/11/2022). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Zubaidah resmi menyandang gelar doktor bidang Pendidikan Agama Islam setelah mengikuti sidang promosi doktor di Aula Lantai III, Gedung Pascasarjana kampus tersebut, Selasa (15/11/2022).

Zubaidah berhasil meraih doktor ke-221 Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh setelah menyelesaikan ujian promosi doktor dengan mempresentasikan disertasi yang berjudul "Evaluasi Penilaian Afektif pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliah dengan Model Context,Input, Process dan Product (Analisis KDJPI Nomor 3751 Tahun 2018".

Sidang promosi doktor tersebut dipimpin oleh Ketua Sidang Prof Dr T Zulfikar, MEd dan Dr Silahuddin, MAg sebagai sekretaris.

Turut hadir sebagai penguji internal masing-masing, Dr Phil Saiful Akmal, MA, Dr M Duskri, MKes, Dr Salami Mahmud, MA, dan Prof Dr Yusrizal, MPd sebagai penguji eksternal.

Untuk promotor pertama. Prof Dr M Hasbi Amiruddin. MA, dan promotor kedua Dr Phil Abdul Manan. MSc, MA.

Dalam disertasinya, Magister Administrasi Pendidikan Internasional Islamic University Malaysia (IIUM) ini menjelaskan bahwa penelitian ini mengkaji kesesuaian dan ketidaksesuaian implementasi KDJPI Nomor 3751 Tahun 2018 dalam penilaian afektif pada mata pelajaran Akidah Akhlak yang dievaluasi dengan model penilaian Model Context, Input, Process dan Product (CIPP) dan kendala yang dihadapi oleh pendidik Akidah Akhlak MAN 3 Kota Banda Aceh dalam menerapkan sistem penilaian afektif merujuk kepada KDJPI Nomor 3751 tahun 2018. 

Baca juga: Silahuddin, Kaprodi Doktor UIN Ar Raniry Jadi Peserta ToT Terbaik Lemhannas

Berdasarkan hasil penelitian, kata Zubaidah, ditemukan bahwa dari tujuan penilaian afektif, walaupun terdapat sedikit perbedaan konsep prinsip dan lingkup penilaian afektif, namun terdapat kesesuaian antara pedoman dengan perangkat pembelajaran dan pelatihan yang para pendidik ikuti. 

Sementara pada instrumen penilaian afektif, terdapat ketidaksesuaian dari penyeragaman pelabelan nilai afektif peserta didik dan absennya deskripsi sikap mereka untuk memvalidasi simpulan umum yang muncul oleh para pendidik. Namun pada sisi lain, terdapat hal positif dari penggalian sikap peserta didik dari soal-soal ujian yang diberikan. 

"Kemudian, dari aktivitasnya, terdapat ketidaksesuaian antara pedoman dengan implementasi penilaian sikap, terutama dalam hal pelaksanaan penilaian diri dan antar teman peserta didik," bebernya.(*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved