Breaking News:

Berita Banda Aceh

Ini Daftar 92 Produk Kosmetik Diduga Ilegal yang Disita Polisi di Aceh, 23 Jenis Berbahaya Dipakai

Kepala BPOM Aceh Yudi Noviandi mengungkapkan, pihaknya sendiri menemukan tiga kandungan berbahaya dalam 23 produk kosmetik diduga ilegal yang sudah

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Ansari Hasyim
PIXABAY
Ilustrasi kosmetik ilegal 

SERAMBINEWS.COM - Puluhan produk kosmetik diduga ilegal baru-baru ini diamankan Kepolisian Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banda Aceh.

Puluhan produk kosmetik itu diamankan lantaran diperjualbelikan tanpa memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dari total 92 produk kosmetik yang disita, berdasarkan hasil pengujian BPOM, 23 diantaranya ternyata mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan.

Hal itu diungkapkan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto SIK melalui Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Senin (14/11/2022).

Kompol Fadillah mengatakan, puluhan barang diduga ilegal itu disita dari pelaku usaha penjualan kosmetik rumahan yang beralamat di Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar.

Diberitakan Serambinews.com, Selasa (15/11/2022), para pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu adalah wanita berinisial NH (40) dan pria berinisial HG (58). 

Baca juga: 92 Kosmetik Ilegal Disita Polresta Banda Aceh, 23 Terbukti Mengandung Bahan Berbahaya, Ini Daftarnya

Kompol Fadillah mengatakan, keduanya merupakan pasangan suami istri yang beralamat di Aceh Besar.

"Mereka menjual produk tersebut secara online dan dijual di rumah pelaku," ujarnya dalam konferensi pers gelar perkara pengungkapan kasus kosmetik diduga ilegal di Mapolresta Banda Aceh, Senin (14/11/2022), dilansir dari Serambinews.com.

Saat ini, kata Fadillah, pihaknya melakukan penahanan kepada HG.

Sedangkan tersangka NH tidak dilakukan penahanan lantaran sebagai penimbang mempunyai anak yang masih balita.

Kronologi Pengungkapan Kasus Kosmetik Diduga Ilegal

Fadillah juga mengungkapkan bagaimana awal mula terungkapnya kasus ini hingga penangkapan terhadap tersangka.

Dia menjelaskan, kasus itu terungkap saat BPOM melakukan pengawasan penjualan kosmetik tanpa izin di media sosial.

"Dari pengecekan dan pendataan tersebut, ditemukan adanya usaha penjualan kosmetik yang beralamat di Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar," kata Fadillah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved