Breaking News:

Internasional

Penduduk Dunia Sudah Capai 8 Miliar Orang, Sebagian Besar Disumbang Negara Miskin dan Berkembang

Jumlah penduduk dunia diperkirakan sudah mencapai 8 miliar orang pada Selasa (15/11/2022).

Editor: M Nur Pakar
Channels Television Youtube
Sebuah sindikat perdagangan manusia, tepatnya bayi di Nigeria digerebek polisi, Selasa (1/12/2020). 

SERAMBINEWS.COM, LAGOS - Jumlah penduduk dunia diperkirakan sudah mencapai 8 miliar orang pada Selasa (15/11/2022).

Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) mengatakan sebagian besar pertumbuhan berasal dari negara-negara miskin dan berkembang di Benua Afrika.

Di antaranya, Nigeria, di mana sumber daya sudah mencapai batasnya.

Lebih dari 15 juta orang di Ibu Kota Lagos, Nigeria bersaing untuk mendapatkan segalanya, mulai dari listrik, penerangan rumah, hingga tempat di bus yang penuh sesak.

Bahkan, seringkali untuk perjalanan dua jam sekali jalan di kota besar yang luas ini.

Beberapa anak Nigeria berangkat ke sekolah pada pukul 5 pagi.

Baca juga: Perdana Menteri KambojaTegaskan Ketegangan Global Telah Merugikan Semua Penduduk Bumi

Selama tiga dekade berikutnya, populasi negara Afrika Barat itu diperkirakan akan melonjak lebih tinggi lagi, dari 216 juta tahun ini menjadi 375 juta orang, kata PBB.

Itu akan menjadikan Nigeria negara terpadat keempat di dunia setelah India, Cina, dan Amerika Serikat.

“Kami sudah melampaui apa yang kami miliki, perumahan, jalan, rumah sakit, sekolah," kata Gyang Dalyop, konsultan perencanaan dan pembangunan kota Nigeria.

"Semuanya sudah kewalahan," tambahnya, seperti dilansir AP.

Tonggak Hari 8 Miliar orang oleh PBB pada Selasa (15/11/2022), hanya simbolis daripada perhitungan tepat.

Sedangkan para pejabat berhati-hati untuk mencatat dalam laporan luas yang dirilis selama musim panas yang membuat beberapa proyeksi mengejutkan.

Kecenderungan yang meningkat mengancam akan meninggalkan lebih banyak orang di negara-negara berkembang lebih jauh.

Baca juga: Hampir Setengah Penduduk Dunia Belum Terhubung ke Jaringan Internet, Ini Penyebabnya

Pemerintah masih berjuang menyediakan ruang kelas dan pekerjaan yang cukup untuk jumlah pemuda yang berkembang pesat.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved