Breaking News:

Berita Aceh Timur

Jalan Nasional di Aceh Timur Bertabur Lubang hingga Jatuh Korban, Ini Permintaan Anggota DPRK

"Kita berharap kepada BPJN harus merespon cepat karena selama ini banyak jatuh korban akibat kecelakaan. Jangankan malam, siangpun pengendara...

Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
Foto: Iskandar Ishak
Anggota DPRK Aceh Timur, M Yahya saat meninjau badan jalan nasional rusak dan berlubang di depan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Selasa (15/11/2022). 

"Kita berharap kepada BPJN harus merespon cepat karena selama ini banyak jatuh korban akibat kecelakaan. Jangankan malam, siangpun pengendara sepeda motor bisa jatuh, karena banyak jalan berlubang di sepanjang jalan nasional dalam wilayah Aceh Timur," ungkap M Yahya, saat meninjau badan jalan rusak dan berlubang di depan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Selasa (15/11/2022).

Laporan Seni Hendri Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM , IDI - Sepanjang Jalan Nasional Banda Aceh - Medan, dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur banyak ditemukan badan jalan berlubang yang rawan menyebabkan kecelakaan.

Karena itu, Anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi Partai Aceh, M Yahya YS, mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Provinsi Aceh, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 segera memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut.

"Kita berharap kepada BPJN harus merespon cepat karena selama ini banyak jatuh korban akibat kecelakaan. Jangankan malam, siangpun pengendara sepeda motor bisa jatuh, karena banyak jalan berlubang di sepanjang jalan nasional dalam wilayah Aceh Timur," ungkap M Yahya, saat meninjau badan jalan rusak dan berlubang di depan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Selasa (15/11/2022).

Baca juga: Parah! Jalan Nasional di Aceh Tamiang Macet, Mencapai 7 Km, Petugas Berlakukam Buka Tutup

BPJN kecewa dengan rekanan

M Yahya YS mengaku sudah berkomunikasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 BPJN Aceh, untuk mencari tahu sebab jalan berlubang lambat ditangani dan cepat setelah diperbaiki.

Ternyata, kata M Yahya, setelah komunikasi dengan PPK 1.4, mereka juga kecewa dengan kinerja rekanan perbaikan jalan nasional rusak di Aceh Timur.

Pasalnya, jelas M Yahya, CV Kencana selaku rekanan yang memperbaiki jalan nasional rusak di Aceh Timur itu tidak memiliki fasilitas untuk memproduksi aspal atau Asphalt Mixing Plant (AMP).

"Jadi CV Kencana selaku rekanan yang memperbaiki jalan nasional rusak di Aceh Timur setiap ingin memperbaiki harus menunggu dulu produksi aspal dari tempat lain," ungkap M Yahya.

"Jadi kalau begini cara kerja BPJN memperbaiki jalan nasional rusak di Aceh Timur, maka yang dirugikan adalah masyarakat karena korban terus berjatuhan," ungkap politisi Partai Aceh ini.

"Karena itu juga kita mendesak BPJN mencari rekanan yang memiliki alat produksi aspal sendiri, sehingga ketika ada jalan rusak secepatnya bisa ditangani," pinta Yahya.

Baca juga: Jalan Nasional di Aceh Tamiang Kembali Tersendat, Sejumlah Kendaraan Terjebak di Lumpur

Menurut laporan dari masyarakat, jelas Yahya, jalan nasional rusak terdapat mulai dari Kecamatan Madat Pante Bidari, Simpang Ulim, Desa Beunot Darul Aman, depan pusat Pemkab Aceh Timur, Desa Alue Bue Peureulak Barat, hingga ke perbatasan dengan Kota Langsa.

Semua lubang ini, jelas Yahya, beresiko menyebabkan pengendara kecelakaan, baik terperosok ke dalam lubang maupun menghindari lubang dan menyenggol mobil yang menyebabkan kecelakaan.

Selain itu, lanjut Yahya, perbaikan jalan rusak dengan cara ditambal selama ini tak bertahan lama.

Hal ini diduga karena kualitas aspal kurang baik, sehingga tak bertahan lama.

"Karena itu, ke depan kita harapkan kepada BPJN dan PPK 1.4 selalu memberikan arahan kepada rekanan agar setiap melakukan perbaikan secara maksimal dan jangan asal-asalan," ungkap Yahya.

"Sepanjang jalan nasional yang rusak di Aceh Timur saat ini mengintai korban. Karena itu kita minta segera diperbaiki, jangan diperbaiki setelah muncul banyak korban, kalau lambat ditangani, maka korban terus berjatuhan," imbuh Yahya.(*)

Baca juga: Kemacetan Jalan Nasional di Aceh Tamiang Mencapai 7 Kilomter, Petugas Berlakukan Buka Tutup

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved