Breaking News:

Internasional

Palestina Tuduh Israel Ciptakan Tong Mesiu Pembunuh Massal Manusia

Omar Shakir, Direktur Israel dan Palestina di Human Rights Watch, mengatakan Israel sedang meluncur ke arah dehumanisasi digital sistem senjata.

Editor: M Nur Pakar
AFP/JAAFAR ASHTIYEH
Seorang ibu bersama anaknya melihat pasukan keamanan Israel mencari penyerang bus di Kota Salem, timur Nablus, Tepi Barat, Palestina, Minggu (2/10/2022). 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Omar Shakir, Direktur Israel dan Palestina di Human Rights Watch, mengatakan Israel sedang meluncur ke arah dehumanisasi digital sistem senjata.

Dengan menggunakan teknologi seperti itu, Shakir mengatakan Israel menciptakan tong mesiu untuk melakukan pembunuhan massal manusia.

Kekerasan di Tepi Barat telah melonjak selama beberapa bulan terakhir ini.

Israel telah meningkatkan penangkapan setelah serentetan serangan Palestina di wilayah Israel yang menewaskan 19 orang.

Kekerasan tersebut telah menewaskan lebih dari 130 warga Palestina tahun ini dan setidaknya 10 warga Israel lainnya tewas dalam serangan baru-baru ini.

Israel mengatakan serangan itu untuk membongkar infrastruktur militan dan terpaksa bertindak karena kelambanan pasukan keamanan Palestina.

Baca juga: Pasukan Israel Serbu Kota Nablus, Seorang Remaja Palestina Tewas

Bagi warga Palestina, serangan malam ke kota-kota mereka telah melemahkan pasukan keamanan mereka sendiri.

Bahkan, memperketat cengkeraman Israel atas tanah yang mereka inginkan untuk negara yang mereka harapkan.

Israel merebut Tepi Barat, Jerusalem Timur, dan Jalur Gaza dalam perang Timur Tengah 1967.

Dilansir AFP, Rabu (16/11/2022), di Al-Aroub, warga Palestina mengatakan mesin-mesin itu menyala tanpa peringatan.

“Itu sangat cepat, bahkan lebih cepat dari tentara,” kata Kamel Abu Hishesh, seorang siswa berusia 19 tahun.

Dia menggambarkan bentrokan hampir setiap malam di mana tentara menyerbu kamp saat senjata otomatis menembakkan gas air mata ke atas dan bawah bukit.

Baca juga: AS Tegaskan Kembali Komitmen Solusi Dua Negara, Akhiri Konflik Palestina dan Israel

Paul Scharre, wakil presiden Washington think tank Center for a New American Security dan mantan penembak jitu Angkatan Darat AS, mengatakan tanpa emosi dan dengan tujuan yang lebih baik, sistem otomatis berpotensi mengurangi kekerasan.

Namun dia mengatakan tidak adanya norma internasional untuk robot pembunuh.

Jika tidak, katanya, hanya masalah waktu sebelum sistem otomatis ini diperlengkapi untuk menggunakan kekuatan yang sangat mematikan.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved