Selasa, 14 April 2026

Internasional

FBI Sebut TikTok Bisa Timbulkan Ancaman Keamanan Nasional Amerika

Menurut Wray, FBI telah melihat lonjakan kasus keamanan dunia maya, dan karena jumlahnya meningkat, demikian pula kompleksitas penyelidikannya.

Editor: Ansari Hasyim
Devex
Ilustrasi - Selebgram TikTok kedepatan bawa sabu diringkus polisi di Pidie, Sabtu (24/9/2022). 

SERAMBINEWS.COM - Direktur FBI Christopher Wray mengatakan kepada Kongres minggu ini bahwa dia sangat khawatir Beijing dapat mempersenjatai data yang dikumpulkan melalui TikTok, aplikasi populer yang dimiliki oleh perusahaan China ByteDance.

Selama sidang Komite Keamanan Dalam Negeri DPR tentang ancaman di seluruh dunia pada hari Selasa, Wray menandai risiko bahwa pemerintah China dapat memanfaatkan aplikasi berbagi video untuk memengaruhi pengguna atau mengontrol perangkat mereka.

Wray mengatakan antarmuka pemrograman aplikasi, atau API, yang disematkan ByteDance dalam hosting video bentuk pendek adalah masalah keamanan nasional karena Beijing dapat menggunakannya untuk mengontrol pengumpulan data jutaan pengguna atau mengontrol algoritme rekomendasi, yang dapat digunakan untuk mempengaruhi operasi.

Rumah Donald Trump Digerebek FBI di Florida, Ini Fakta Tuntutan Hukum yang Dihadapinya

“Program peretasan cepat China adalah yang terbesar di dunia, dan mereka telah mencuri lebih banyak data pribadi dan bisnis orang Amerika daripada gabungan setiap negara lain,” katanya.

Menurut Wray, FBI telah melihat lonjakan kasus keamanan dunia maya, dan karena jumlahnya meningkat, demikian pula kompleksitas penyelidikannya.

“Kami sedang menyelidiki lebih dari 100 varian ransomware yang berbeda dan masing-masing memiliki banyak korban serta sejumlah besar ancaman baru lainnya yang ditimbulkan oleh penjahat dunia maya dan negara-negara,” katanya.

FBI Gerebek Rumah Donald Trump, Dituduh Hilangkan Dokumen Rahasia

Wray mengatakan API di TikTok dapat digunakan untuk mengontrol perangkat lunak pada jutaan perangkat, yang berarti pemerintah China dapat mengkompromikan perangkat pribadi milik orang Amerika.

Operasi dunia maya China mengancam keamanan ekonomi dan nasional semua orang Amerika, kata Rep. John Katko, D-NY, anggota peringkat komite.

Katko mengatakan kepada komite bahwa serangan ransomware merugikan bisnis sekitar 1,2 miliar dollar tahun lalu.(*)

Kendalikan Inflasi, Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Selatan Gelar Pangan Murah

Associated Press Koreksi soal Laporan Rudal Rusia Tewaskan Dua Orang di Polandia

VIDEO Sosok Hantu Seram Terekam Berjalan di Tengah Gonggongan Anjing Malam

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved