Breaking News:

Jelang Muktamar, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadyah Jamin Tidak Ada Intervensi

Menurut Haedar, kemunculan politik identitas dan radikalisme dapat ditangkal melalui model beragama yang berkeadaban.

KOMPAS.COM/Indra Akuntono
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah bersiap menggelar Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah akan dilaksanakan 18-20 November 2022. Sejumlah persiapan pun telah dilakukan oleh panitia.

Muktabar yang sedianya akan di gelar di Solo, Jawa Tengah ini akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adapun sejumlah hal akan dibahas dalam Muktamar tersebut. Mulai dari Laporan Kerja Pengurus periode 2015-2022, Risalah Kamajuan Islam hingga pemilihan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode berikutnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadyah, Haedar Nashir dalam konferensi pers virtualnya, menegaskan bahwa tidak ada intervensi dari dalam maupun luar, termasuk dari luar angkasa pada gelara Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo, Jawa Tengah.

Menurutnya, materi Muktamar maupun proses pemilihan sudah dilakukan secara berjenjang lama, dan sudah mengalami proses seleksi yang luar biasa.

"Maka, tidak akan ada tambahan di tengah jalan, siapa pun dia. Dan tidak memungkinkan ada intervensi dari dalam maupun luar, termasuk dari luar angkasa, sehingga proses itu akan berjalan objektif," tegas Haedar, Kamis (17/11/2022).

Baca juga: Istri dan Ibu Mas Bechi Teriak Histeris Terkait Vonis Kasus Pencabulan Santri di Jombang

Baca juga: Presiden Turki Siap Rampungkan Masalah Pembelian Jet Tempur F-16 dari AS

Baca juga: Jadi Dalang Penganiayaan Tahanan hingga Tewas, Oknum Polrestabes Medan Dituntut 8 Tahun Penjara

Haedar menambahkan, pada 18 November 2022 nanti, Muhammadiyah akan melakukan persidangan tanwir. Di mana, sidang itu adalah sidang tertinggi di bawah muktamar.

Dalam sidang tersebut, sebanyak 39 nama calon pimpinan pusat serta keputusan resmi materi muktamar akan disahkan. Sehari setelahnya, pada 19 November 2022, 39 nama ini akan mengerucut menjadi 13 nama yang bakal ditetapkan sebagai pimpinan pusat periode 2022-2027.

Ke-13 nama itu yang nanti akan memilih Ketua Umum PP Muhammadiyah.

"(Nama calon) ketum nanti dibawa lagi ke muktamar itu, ke sidang pleno untuk disahkan," terang Haedar.

Singgung Pemilu 2024

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan Pemilu 2024 bukan hanya untuk menjadi ajang kontestasi politik. Haedar mengatakan Pemilu 2024 harus menjadi momentum transformasi kebangsaan.

Hal itu pun akan menjadi salah satu yang dibahas dalam Muktamar PP Muhammadiyah.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved