Berita Abdya
Memasuki Musim Panen Raya, Harga Gabah di Abdya Mulai Turun
Dibandingkan pada awal musim panen sebelumnya, harga padi saat ini mengalami penurunan sebesar Rp 800 rupiah/Kg.
Penulis: Taufik Zass | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Taufik Zass | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Para petani di sejumlah titik di sembilan Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) saat ini sudah mulai memanen padi mereka. Sebagian petani menjual padi mereka kepada agen atau pengepul gabah yang masuk ke permukiman warga.
Namun sayangnya, ditengah memasuki musim panen, Harga Gabah semenjak 20 hari lalu dilaporkan mengalami penurunan harga sehingga banyak petani mengeluh.
M Daud, Keujrun Blang di kawasan persawahan Sangkalan, Kecamatan Susoh Kamis (17/11/2022) mengatakan, untuk saat ini harga gabah petani ditampung oleh agen pengepul berkisar Rp 5.000/Kg dari sebelumnya Rp 5.800/Kg.
"Berarti kalau dibandingkan pada awal musim panen dulu, harga padi saat ini mengalami penurunan senilai Rp 800 rupiah/Kg," ungkapnya, Kamis (17/11/2022).
Kemudian, kata Daud, dengan turunnya harga gabah para petani mengeluh karena petani untuk saat ini harus mengeluarkan biaya mesin pemotong padi lebih mahal lantaran menggunakan mesin potong milik swasta.
"Jadi, seandainya ada mesin potong padi milik Pemerintah petani tidak terlalu besar membayar biaya ongkos panen, karena tidak ada mesin potong padi milik pemerintah petani terpaksa mengeluarkan biaya lumayan besar sebab menggunakan mesin potong milik swasta," keluhnya.
Selain mengeluh dengan ongkos potong padi yang lumayan besar, kata Daud, para petani juga mengeluh karena harga pupuk sekarang mahal, ditambah ongkos bajak sawah juga mahal sehingga apabila dihitung-hitung para petani rugi.
"Kita berharap agar pemerintah melalui dinas terkait untuk ditingkatkan kembali harga gabah ini, sehingga hasil yang didapatkan sepadan dengan kerja keras selama ini," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petani-memanen.jpg)