Breaking News:

Berita Bireuen

Puluhan Warga Paya Baro Gandapura Bireuen Masih Mengungsi

Puluhan warga terpaksa mengungsi ke pinggir perbukitan dan mereka terkurung, akibat jalan desa tidak bisa dilewati karena tingginya air.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Puluhan warga Paya Baro Gandapura Bireuen sejak Sabtu (19/11/2022) sore hingga Senin (21/11/20220 masih mengungsi karena desa mereka banjir luapan kiriman dari meluapnya Krueng Leubu, Makmur, perangkat desa membuka dapur umum melayani warga. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 30 kepala keluarga atau 70 jiwa, warga Desa Paya Baro, Gandapura Bireuen hingga Senin (21/11/2022) masih mengungsi ke tempat penampungan sementara berupa balai di desa mereka, karena rumah mereka masih tergenang banjir limpahan luapan Krueng Leubu Makmur, Bireuen.

Desa Paya Baro, Gandapura merupakan  salah satu desa yang letaknya diapit perbukitan berbatasan dengan Leube, Leubu Kuta Barat, kamur Bireuen  dan sejumlah desa lainnya. Banjir luapan meluapnya Krueng Leubu Makmur terjadi Sabtu (19/11/2022) malam ratusan unit rumah tergenang.

Sorenya, tumpahan air dari luapan Krueng Leubu meluncur deras ke kawasan Desa Paya Baro melalui Desa Leubu Kuta Barat, Leubu Cot dan Cot Tufah sehingga kawasan desa tersebut tergenang banjir luapan.

Dampak besar puluhan warga terpaksa mengungsi ke pinggir perbukitan mereka terkurung, jalan desa tidak bisa dilewati karena tingginya air.

Hingga Senin (21/11/2022), puluhan warga masih bertahan di lokasi pengungsian didampingi Tenaga Kerja Sosial Kecamatan dari Gandapura dan Makmur serta BPBD Bireuen maupun anggota Polsek Gandapura.

Keuchik Paya Baro, Azhari  M Yusuf kepada Serambinews.com, Senin (21/11/2022) mengatakan, banjir luapan yang melanda desa mereka tumpahan dari meluapnya Krueng Leubu, Makmur.

Mereka mengungsi sejak Sabtu (19/11/2022) sore ke tempat penampungan sementara, jalan desa tidak bisa dilalui karena ketinggian air, satu unit perahu karet disediakan BPBD Bireuen untuk mengevakuasi warga saat itu.

“Sekarang air mulai surut, namun belasan unit rumah masih tergenang banjir, sehingga warga bertahan di pengungsian dan dibuka dapur umum,” sebutnya.

Maryamah selaku TKSK Gandapura yang didampingi Eva Erlina TKSK Makmur kepada Serambinews.com mengatakan, warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena air belum surut, genangan masih tinggi dan masih banyak rumah tergenang di pinggir perbukitan desa tersebut.

Dua anggota Polsek Gandapura,  Bripka Afifudin dan Briptu R Aprianto berada di lokasi memantau kondisi pengungsian.

Camat Gandapura, Azmi SAg kepada Serambinews.com mengatakan, akses ke lokasi pengungsi awalnya tidak bisa dilakukan sama sekali karena jalan desa tergenang air mencapai 2 meter, kemudian membuka satu jalan alternatif dari Paloh Dama tembus ke Desa Paya Baro.

“Para pengungsi masih bertahan di tempat penampungan sementara, air lambat turunya karena hanya melalui Krueng Leubu sedangkan saluran lain tidak ada,” ujarnya.(*)

Baca juga: Banjir di Makmur Bireuen Berangsur Surut, Pengungsi Mulai Pulang ke Rumah

Baca juga: Rumah Rusak Akibat Banjir di Aceh Utara Bertambah 

Baca juga: Dua Kecamatan di Aceh Selatan Kembali Terendam Banjir

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved