Breaking News:

Pojok UMKM

Kerajinan Kasab Manggeng Sangat Diminati

Kerajinan kasab dari Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya) masih sangat diminati. Hal itu dibuktikan tetap tingginya daya beli masyarakat terhadap kerajin

Editor: IKL
FOR SERAMBINEWS.COM
Kerajinan Kasab Manggeng Sangat Diminati 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kerajinan kasab dari Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya) masih sangat diminati. Hal itu dibuktikan tetap tingginya daya beli masyarakat terhadap kerajinan ini. Pasca Covid-19. kerajinan kasab Manggeng diminati pasar lokal dan luar Aceh.

Di Manggeng, kerajinan kasab masih sangat banyak dibuat warga setempat. Ada ratusan warga yang menjadi pengrajin kasab. Juni Hasmi, warga Desa Tengah, Kecamatan Manggeng, salah seorang diantaranya.

Kepada Kabid UKM Diskop UKM Abdya Saiful Amani, Juni Hasmi menjelaskan bahwa ia menjadi sudah perajin kasab sejak kelas satu SMP atau tahun 2006. Ia belajar sulam kasab dari nenek dan ibunya secara turun menurun, sekaligus mengsisi waktu luang sepulang sekolah.

Dikatakan, kerajinan kasab di daerahnya bangkit kembali sejak Ketua Dekranasda Abdya, Ida Agustina, istrinya mantan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim. Ketua Dekranasda melakukan pembinaan secara rutin ke desa-desa di wilayah Kecamatan Manggeng dan mendatangkan guru perajin kasab yang sudah profesional dari lokal dan luar.

Menurut Juni Hasmi, berkembangnya kerajinan kasab di Manggeng karena masih banyak yang memesan. Selain itu masyarakat setempat juga masih sangat mencintai kerajinan kasab daerahnya.

Soal bahan baku, Juni Hasmi mengaku tidak sulit mendapatkannya, karena di Pasar Kecamatan Manggeng banyak toko yang menjual bahan baku kerajinan kasab.

Dikatakan, pesanan kerajinan kasab Manggeng masih tinggi, karena setiap ada acara adat maupun perayaan lainnya, kain kasab tetap dicari untuk dibeli.

Selain itu, di hotel atau tempat penginapan dan perkantoran diwajibkan menggunakan produk kerajinan kasab setempat, seperti tutup gelas, tempat tisu, sarung botol kemasan dan lainnya. Harga tutup gelas dari kasab Rp 30.000/unit, sarung botol mineral Rp 30.000/unit, tempat tisu Rp 50.000/unit, kipas 50.000/unit. “Harapan kami sebagai perajin kasab, kebijakan yang sudah dijalankan selama masa kepemimpinan Bupati Akmal Ibrahim, bisa dilanjutkan oleh para pemimpin daerah lainnya.

Kadis Koperasi UKM Aceh, Azhari SAg MSi didampingi Kasie Pelayanan Informasi dan Usaha PLUT UMKM Andri Sufrianzah mengatakan, Dinas Koperasi UKM Aceh, sebagai pembina UMKM, ikut gembira dan senang mendengar perajinan kasab di Kecamatan Manggeng, masih tetap eksis sampai pasca pandemi covid 19 ini.

Dampak dari pandemi Covid-19 terhadap ekonomi dan sosial masyarakat, kata Azhari, cukup luas. Banyak UMKM yang stop produksi, karena daya beli terhadap produk UMKM menurun drastis. Hal ini disebakan, akibat banyak orang di PHK, usaha kuliner tutup, karena sepi pembeli, sehingga membuat daya beli berbagai jenis produk kerajinan dan pangan ikut menurun.

Tapi syukur Alhamdulillah, untuk kerajinan kasab di Manggeng, masih tetap eksis, berkat kecintaan yang sangat tinggi dari masyarakat dan pejabatnya. Ke depan, apa yang telah dijadikan hal yang positif oleh pemimpin sebelumnya, kami sebagai Kadiskop UKM Aceh, berharap dilanjutkan oeh pejabat yang baru.

Melanjutkan sesuatu yang sudah bagus dan bermanfaat bagi masyarakata UMKM, menurut Azhari, merupakan perbuatan yang sangat mulia dan itu hal yang sangat diharapkan masyarakat UMKM.

Pembinaan berkelanjutan kepada UMKM, kata Azhari, sangat diperlukan, agar UMKM yang sudah kita bina, bisa tetap bnertahan dan membantu calon perajin lainnya, untuk tumbuh dan berkembang. Kecuali itu, agar kemiskinan dan pengangguran di pedesaan bisa menurun, melalui peningkatan kapasitas SDM UMKM pemula yang baru tumbuh dan ingin berkembang.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved