Breaking News:

Korban Gempa Cianjur; 271 Orang Meninggal, 40 Hilang, 2.043 Luka-luka

Mayoritas korban meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa berkekuatan 5,6 magnitudo terjadi pada Senin siang (21/11/2022).

Beredar di Grup WA
Gempa berkekuatan magnitudo 5.6 mengguncang Cianjur, Jawa Barat , Senin (21/11/2022) pukul 13:21:10 WIB. 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui laporan korban meninggal gempa Cianjur. Tercatat per Rabu (23/11/2022) pukul 17.00 WIB telah ada 271 orang meninggal dunia.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut, 271 jenazah itu telah teridentifikasi berdasarkan nama dan alamatnya.

Mayoritas korban meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa berkekuatan 5,6 magnitudo terjadi pada Senin siang (21/11/2022).


"Sebanyak 271 jenazah yang sudah teridentifikasi nama jelas dan alamatnya.
Jadi 271 ini sudah terkonfirmasi lewat Puskesmas dan RS di Kabupaten Cianjur," kata Suharyanto di Posko Tanggap Darurat, Kantor Bupati Cianjur.

Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan penelusuran apakah 271 tersebut telah dimakamkan atau belum. BNPB akan mengumpulkan seluruh kepala desa pada esok hari atau Kamis.

"Takutnya missed, saat dimakamkan tidak masuk data. Tapi yang 271 ini sudah fix dan by name by address," ungkapnya.

Sementara itu, masih ada 40 orang yang masih dalam pencarian, dengan rincian 39 di Cugenang, satu di Warung Kondang.

Baca juga: Maroko Tahan Imbang Kroasia, Pelatih Sebut Arab Saudi Sudah Jadi Contoh Timnas Tak Disukai

Baca juga: Pemain Bertahan Arab Saudi Yasser Al-Shahrani Dibawa Pulang ke Riyadh, Langsung Jalani Operasi

Baca juga: Timnas Arab Saudi, Green Falcons Masuk Buku Sejarah, Jungkalkan Calon Juara Piala Dunia 2022

"Kami akan telusuri apakah yang sudah dimakamkan oleh keluarga ini ada tambahan atau tidak," ujarnya.

Dilaporkan pula, sebanyak 2.043 orang mengalami luka-luka dan sekitar 61 ribu orang lainnya mengungsi.

Setidaknya 12 kecamatan terdampak gempa, antara lain Kecamatan Cianjur, Kecamatan Karang Tengah, Kecamatan Warung Kondang, Kecamatan Gekbrong, Kecamatan Cugenang, Kecamatan Cilaku, Kecamatan Cibeber, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Bojong Picung, Kecamatan Cikalong Kulon, Kecamatan Sukaluyu, dan Kecamatan Pacet.

Sementara itu, kerugian materil atau rumah rusak yang terdata hari ini mencapai 56.320 unit rumah. Data ini terdiri dari rumah rusak berat sebanyak 22.241 unit, rusak sedang 11.641 unit, dan 22.090 unit rumah rusak ringan. Selain itu BNPB juga mencatat sejumlah infrastruktur yang rusak akibat gempa, diantaranya 3 sekolah, 124 tempat ibadah, 3 fasilitas kesehatan, dan 13 gedung perkantoran.

Kapasitas RS
Terpisah, gedung utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memiliki empat lantai. Namun, berdasarkan pantauan Tribun mulai dari lantai dua hingga lantai paling atas tampak tidak ada pasien.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Cimacan, dr Juliana Aritonang, mengatakan pihaknya sengaja meletakkan para pasien di tenda di halaman RSUD Cimacan dan di lantai dasar gedung utama saja.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved